Berita UtamaLintas NusaSosokTerbaru

Baddrut Tamam Mampu Ciptakan 17 Desa Mandiri, Berikut Rinciannya

Baddrut Tamam Mampu Ciptakan 17 Desa Mandiri, Berikut Rinciannya
Foto: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam

NUSANTARANEWS.CO, Pamekasan – Upaya Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk terus mendorong percepatan pembangunan menghasilkan dampak yang signifikan. Alhasil, seluruh desa di Kabupaten Pamekasan bisa dikategorikan sebagai desa berkembang, maju dan mandiri.

Kepala DinasPemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan, Fathorrohman mengungkapkan bahwa terdapat 17 desa mandiri, 64 desa maju dan 94 desa berkembang. Hal ini disampaikan lewat unggahan di akun resmi media sosialnya.

Dari data yang beredar, 17 desa mandiri itu meliputi Desa Panempan, Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Desa Murtajih, Desa Pademawu Timur, Bunder, dan Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu. Kemudian, Desa Ponteh, Lembung, dan Desa Pagendingan, Kecamatan Galis. Lalu juga ada, Desa Rekkerek, dan Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan.

Selanjutnya, ada Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Desa Kertagenah Tengah. Serta ada Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan, dan terakhir Desa Waru Barat, Kecamatan Waru.

Baca Juga:  Bupati Baddrut Kerja Sama dengan Ormas Cegah Anak Stunting

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pemerintah hanya menargetkan 15 desa mandiri di tahun 2022. Namun, berkat komitmen dan kerjasama pemerintah, Baddrut Tamam beserta jajarannya mampu menciptakan 17 desa mandiri.

“Sehingga, upaya Pemkab Pamekasan di bawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam mendorong pertumbuhan ekonomi dari bawah, merata, berkeadilan terwujud sesuai harapan,” jelasnya.

Indikator pencapaian desa mandiri ditinjau dari 3 aspek Indek Desa Membangun (IDM) yaitu, IKE (Indek Ketahanan Ekonomi), IKS ( Indek Ketahanan Sosial) dan IKL (Indek Ketahanan Lingkungan).

“Kami akan terus mendorong bagaimana desa itu bisa mengembangkan potensi desanya sebagai keinginan bapak bupati melalui program desa tematik. Potensi itu dikelola dengan baik menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” pungkas Fathorrahman. (mh)

Related Posts

1 of 2