Politik

Aziz Syamsuddin: Generasi Milenial Harus Menjadi Subyek Tidak Menjadi Obyek

NusantaraNews.co, Jakarta – Anggota DPR RI M. Aziz Syamsuddin menyampaikan pesan penting kepada generasi milenial di Indonesisa yang kini berada dalam tahun-tahun politik. Yang paling penting, pesan Aziz, casing dan substansi isinya sama-sama milenial.

“Bilang milenial tapi subtansi isinya tidak milenial. Judulnya saja milenial, substansi isinya tidak. Kalau orang Barat bilang, hanya casingnya saja. Ini yang perlu kita waspadai,” kata Aziz saat menjadi pembicara pada launching Forum Diskusi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Fokus PB PMII), oleh PB PMII bidang politik, advokasi dan kebijakan publik di Graha Mahbub Junaidi, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Dalam konteks politik, kata poplitisi partai Golkar itu, generasi milenial harus punya peran aktif dan peran subyek yang tidak menjadi objek saja. Artinya tidak hanya karena latah, kemudian menyatakan diri sudah bagian dari generasi milenial.

“Yang saya khawatirkan, jangan sampai kita bilang generasi milenial dari casingnya, tapi sebenarnya kita sebagai objek, tidak sebagai pelaku. Ini yang harus kita persiapkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Kang Giri Apresiasi Peran Sosial Kemanusiaan PMI Kabupaten Ponorogo

Baca: Politik dan Generasi Milenial Menjadi Isu Utama Launching Fokus PB PMII

Selain itu, Aziz juga memesankan memesankan tiga hal utama. Pertama, bagaimana generasi milenial mampu menurunkan tingkat kemiskinan, menurunkan orang yang kekurangan berobat dan menurunkan kekurangan kesehatan.

“Kedua generasi milenial hari ini harus memberikan manfaat terhadap generasi selanjutnya yakni generasi Z. Ketiga, generasi milenial harus memberikan out put manfaat bagi lingkungan. Mempunyai investasi untuk kehidupan yang kekal abadi,” urainya.

Simak: Apa dan Siapa Generasi Milenial? “Fokus” PB PMII Menjawabnya

Intinya, sambung Aziz, generasi milenila harus menjadi subyek tidak menjadi obyek. “Dan subyek itu harus punya perenan penting dan bermanfaat bagi generasi milenial, mempunyai dampak mengurangi kemiskinan, mengurangi kebodohan, merngurangi orang yang tidak bisa berobat. Dan terakhir invest bekal untuk kehidupan yang abadi,” terang Aziz.

Pewarta/Editor: Achmad S.

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 15