Connect with us

Kesehatan

Awas, Udara Kotor Dapat Picu Penyakit Alzheimer

Published

on

Awas, Udara kotor dapat picu penyakit Alzheimer.

Awas, udara kotor dapat picu penyakit Alzheimer/Foto: Vox

NUSANTARANEWS.CO – Awas, Udara kotor dapat picu penyakit Alzheimer. Setiap tanggal 21 September seluruh dunia memperingati Hari Alzheimer. Bukan hanya sekedar peringatan, tapi sebagai sebuah kesadaran akan penyakit ini. Banyak orang tidak terlalu peduli dengan penyakit ini, karena memang gejala awal penyakitnya pun tak pernah disadari oleh orang-orang.

Penyakit alzheimer adalah sindrom fungsi otak yang mempengaruhi fungsi kognitif, emosi dan perilaku aktivitas sehari-hari. Depresi dan perubahan perilaku adalah, gejala awal sebelum penderita mengalami hilang ingatan atau kepikunan.

Salah satu penyebab pemicu Alzheimer adalah polusi udara. Udara kotor atau yang tercemar polutan mengandung berbagai zat-zat kimia beracun dan berbahaya. Jika udara ini dihirup, maka akan mengganggu kesehatan tubuh kita.

Sebuah studi di Inggris baru-baru ini menjelaskan bahwa polusi udara mampu menjadi pemicu lahirnya penyakit Alzheimer. Temuan itu didapat melalui studi dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Dimana peneliti menemukan magnetit polutan memasuki otak melalui saraf penciuman. Saraf yang menghubungkan hidung dengan otak sehingga memungkinkan kita mencium bau. Magnetit merupakan salah satu polutan yang ditemukan di partikulat. Biasanya polutan ini ditemui di daerah perkotaan.

Udara-udara yang mengandung zat kimia ini apabila dihirup ke masuk dan mengaliran ke otak. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan rusaknya sel-sel syaraf pada otak. Otak menjadi tercemar, sehingga sulit untuk berfungsi sebagaimana mestinya.

Kita tahu Alzheimer terjadi karena matinya beberapa sel-sel syaraf otak. Salah satu sebab yang bisa membunuh sel-sel di otak adalah udara yang tercemar.

Udara kotor atau polusi udara merupakan suatu kondisi yang menggambarkan udara tidak murni lagi karena tercemar zat-zat polutan. Polutan yang mencemari udara ini paling banyak berupa asap-asap yang dihasilkan oleh oleh kendaraan bermesin, pabrik, dan pembangkit listrik. (Alya Karen)

Baca Juga:  Jokowi Harus Realistis Soal Janji Buy Back Indosat

Loading...

Terpopuler