Connect with us

Sport

Atlet Difabel Pardiyono Makin Semangat Berusaha Usai Terima Kaki Palsu

Published

on

atlet difabel, pardiyono, kaki palsu, pekan para games, hari juang kartika, nusantaranews

Pardiyono (32) pria asal Genting Jambu, Ambarawa, Kabupaten Semarang. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Romadhon MK)

NUSANTARANEWS.CO, SemarangAtlet difabel, Pardiyono asal Genting Jambu, Ambarawa, Semarang mengaku semakin bersemangat untuk berusaha mandiri setelah memperoleh bantuan kaki palsu pada acara puncak peringatan Hari Juang Kartika (HJK) 2018.

Pria berusia 32 tahun itu menceritakan bagaimana perjuangannya kala mengikuti perlombaan di ajang Pekan Para Games (Perpaprov) untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Solo beberapa waktu lalu.

“Saya atletik ikut tiga cabor (cabang olahraga). Baru pertama kali di Solo,” kata Pardiyono saat ditemui usai menerima bantuan kaki palsu di kawasan Ambara, Semarang, Sabtu (15/12).

“Saya kan daftarnya (kelas) 42, tapi nyampek di sana langsung naik kelas 44. Tandingnya sama (lawan) kaki utuh tapi jari gak ada gitu,” sambungnya.

Baca juga: Sebanyak 121 Kaki Palsu Diserahkan Wakasad di Hari Juang Kartika 2018

Loading...

Baca juga: Kehilangan Kaki Selama 3 Tahun, Pria Ini Girang Dapat Bantuan Kaki Palsu

Pria yang kesehariannya sebagai buruh batu batako itu mengungkapkan keikutsertaannya dalam pertandingan atletik penyandang difabel mewakili kabupaten kota Semarang. Adapun perlombaan yang diikuti antara lain, cabang olah raga lempar cakram, tolak peluru dan lempar lembing.

“Saya ikut tiga cabor. Lembar cakram, tolak peluru dan lempar lembing,” ujarnya.

Mengenai ketertarikannya terhadap tiga cabang olah raga tersebut, pria yang mulai kehilangan kaki kirinya sejak 2015 itu mengaku dilatih oleh seorang guru SMP di tempatnya.

“Sebelumnya saya dilatih Pak Mirza guru SMP 2 Ambarawa sini. Latihannya di lapangan (Jendral Soedirman Ambarawa) sini. Tiap hari Senin, Rabu dan Sabtu,” jelasnya.

Meski gagal di ajang kejuaraan atletik difabel, namun Pardiyono mengaku akan semakin semangat berusaha berlatih dan berusaha mandiri. Terlebih setelah dirinya menerima bantuan kaki palsu dari TNI AD.

Baca Juga:  Pameran Seni Rupa di Kota Batu Digelar 10 Hari

“Saya berterima kasih, sangat berterima kasih kepada para TNI yang sudah peduli kepada kaum seperti saya, kaum difabel. Semoga TNI lebih maju. Semangatlah pokoknya,” tandas Pardiyono.

Pewarta: Romadhon
Editor: Almeiji Santoso

Loading...

Terpopuler