Connect with us

Kesehatan

ASI Makanan Bayi Terbaik yang tak Tergantikan Makanan dan Minuman Apupun

Published

on

Air Susu Ibu (ASI). (ilustrasi). Foto: Dok. SuperMamy

Air Susu Ibu (ASI). (ilustrasi). Foto: Dok. SuperMamy

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Minggu pertama bulan Agustus senantiasa diperingati sebagai Pekasi ASI (Air Susu Ibu) Sedunia. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, khususnya bayi berusia 0-6 bulan, yang fungsinya tidak dapat tergantikan oleh makanan dan minuman apapun.

Pemberian ASI merupakan pemenuhan hak bagi setiap ibu dan anak. Setiap anak yang mendapatkan ASI Eksklusif dan pola asuh yang tepat akan tumbuh dan berkembang secara optimal dan tidak mudah sakit.

Selain itu, pemberian ASI mampu mempererat ikatan emosional antara ibu dan anak sehingga diharapkan akan menjadi anak dengan ketahanan pribadi yang mampu mandiri. Selain itu, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan ASI lanjutan secara optimal hingga 2 tahun atau lebih merupakan hal mutlak untuk meningkatan kesehatan bayi.

Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa, menyusui merupakan salah satu investasi terbaik untuk kelangsungan hidup dan meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, serta ekonomi individu. Angka kematian bayi menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui derajat kesehatan di suatu negara, dan bahkan untuk mengukur tingkat kemajuan suatu bangsa.

Salah satu cara untuk menekan angka kematian bayi adalah dengan memberikan makanan terbaik, yaitu ASI. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dapat mengurangi hingga 13 persen angka kematian balita.

Loading...

Kemenkes RI mencatat, sebuah studi dari The Global Breastfeeding Collective, pada 2017 menunjukkan bahwa satu negara akan mengalami kerugian ekonomi sekitar $300 milyar pertahun akibat rendahnya cakupan ASI Eksklusif yang berdampak pada meningkatnya risiko kematian ibu dan balita serta pembiayaan kesehatan akibat tingginya kejadian diare dan infeksi lainnya.

Pemerintah, dalam hal ini Kemenkes, terus berkomitmen memberikan pembinaan dan dorongan kepada para ibu agar berhasil dalam inisiasi menyusu dini (IMD), memberikan ASI eksklusif (hanya ASI saja sampai usia 6 bulan), dan meneruskan pemberian ASI sampai berumur 2 tahun atau lebih didampingi makanan pendamping yang tepat. Selain itu, Kemenkes juga menyuarakan agar anak senantiasa mendapat pola pengasuhan yang tepat untuk tumbuh kembang yang optimal.

Baca Juga:  Jadi Aktris Drama Terbaik Golden Globe, Glenn Close: Saya Berpikir tentang Ibu Saya

Aksi bersama diperlukan untuk mencapai sasaran World Health Assembly (WHA), yaitu minimal 50% pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pada tahun 2025. Berbagai hambatan yang dihadapi untuk dapat menyusui secara optimal, salah satu yang terbesar adalah kurangnya dukungan bagi orang tua di tempat kerja.

Keberhasilan menyusui merupakan upaya bersama, membutuhkan informasi yang benar, dan dukungan kuat untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan ibu dapat menyusui secara optimal. Meskipun menyusui adalah keputusan ibu, namun akan lebih baik adanya dukungan kuat dari para ayah, keluarga, teman, tempat kerja dan masyarakat. Karena menyusui melibatkan ibu dan pendukung terdekatnya atau ayah, sehingga dibutuhkan perlindungan sosial orangtua yang adil gender terkait dengan menyusui menjadi sangat penting.

Perlindungan sosial orangtua yang adil gender mencakup beberapa hal, seperti cuti hamil/melahirkan bagi ibu, bahkan cuti berbayar, serta dukungan tempat kerja dapat membantu menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk dapat menyusui, baik pada sektor kerja formal maupun informal.

Pekan ASI Sedunia 2019 difokuskan pada kebijakan dan peraturan tentang perlindungan sosial orangtua, tempat kerja ramah orangtua dalam sektor formal dan informal, dan nilai-nilai ramah orangtua dan norma sosial kesetaraan gender.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr. Kirana Pritasari, MQIH mengatakan Pekan ASI Sedunia tahun ini diharapkan seluruh pihak turut berperan serta dalam upaya pemberdayaan keluarga, terutama ayah dan ibu agar ibu dapat menyusui sesuai rekomendasi Pemberian Makanan Bayi dan Anak.

“Dengan mendukung setiap ibu agar berhasil menyusui akan berkontribusi pada pencegahan stunting, sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” kata Kirana. (red/nn)

Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler