AS Mengerahkan Teroris ISIS ke Wilayah Perbatasan Irak Yordania Arab Saudi

AS mengerahkan teroris ISIS ke wilayah perbatasan Irak Yordania Arab Saudi
AS mengerahkan teroris ISIS ke wilayah perbatasan Irak Yordania Arab Saudi. Ilustrasi foto: npr. rg

NUSANTARANEWS.CO – AS mengerahkan teroris ISIS ke wilayah perbatasan Irak Yordania Arab Saudi. Unit Mobilisasi Populer (PMU), sebuah pasukan paramiliter keamanan Irak terus memainkan peran penting dalam operasi pembersihan sel-sel ISIS di perbatasan Irak-Suriah. Operasi selama akhir minggu ini di provinsi Anbar adalah yang kedua dalam bulan ini.

Tasnim News melaporkan bahwa PMU telah menggelar operasi pre-emptive menyerang sel-sel ISIS di Anbar. Selain itu, PMU juga melanjutkan operasi pembersihan ranjau dan alat peledak lainnya – menyusul meningkatnya serangan ISIS di wilayah perbatasan dalam dua tahun belakangan ini setelah sebagian besar kekuatannya dikalahkan di berbagai front.

Seorang pejabat senior di provinsi al-Anbar Irak mengabarkan bahwa terjadi peningkatan kehadiran teroris ISIS di daerah gurun di provinsi yang dikendalikan oleh pasukan Amerika Serikat (AS). “Daerah-daerah ini dikendalikan oleh orang-orang militer AS dan merupakan tempat yang aman bagi para teroris,” kata pejabat itu seperti dilansir kantor berita al-Ma’aloumeh beberpa hari lalu.

AS tampaknya sedang memindahkan sejumlah besar teroris ISIS dari wilayah-wilayah pendudukan Suriah ke provinsi padang pasir al-Anbar di Irak barat untuk menghadapi gempuran pasukan gabungan Irak dan Suriah.

Masih menurut pejabat itu, bahwa AS telah memasok para teroris itu dengan senjata yang diperlukan dan dukungan logistik. Sebelumnya pada Maret lalu, seorang pejabat Irak lainnya juga telah memperingatkan mengenai kehadiran teroris ISIS di daerah gurun barat provinsi al-Anbar di sepanjang perbatasan yang diduduki oleh AS.

Kepala Kantor Organisasi Badr di al-Anbar Qusai al-Anbari mengatakan bahwa, “AS telah meningkatkan pasukannya di al-Anbar dan memantau garis perbatasan antara Irak dan Suriah.”

Sementara sejak mengalami kekalahan di berbagai front pertempuran, ISIS kini mulai melancarkan perang gerilya dalam dua tahun belakangan ini.

Baca Juga:  PBNU: Pemerintah RRT Tidak Boleh Main-main Dengan Kedaulatan NKRI

Tidak mengherankan bila Suriah dan Irak kemudian melancarkan operasi gabungan di tengah jeda gencatan senjata antara Rusia dan Turki di wilayah perbatasan Irak dengan Yordania dan Arab Saudi.”

PMU sendiri memang dibesarkan secara resmi oleh pemerintah Irak memang khusus untuk melawan ISIS. Anehnya AS malah menjatuhkan sanksi dan melabel PMU sebagai organisasi teroris?

Dengan mengerahkan kekuatan setingkat brigade ke perbatasan Suriah Yordania Arab Saudi – batalyon-batalyon PMU praktis menguasai perbatasan. Hal ini sangat menguntungkan posisi Iran sebagai pendukung penuh PMU. Sehingga memungkinkan Iran untuk mengirimkan amunisi ke Suriah melalui jalur penyeberangan Al-Qaim ke pangkalan Iran yang disebut Imam Ali dekat Al Bukamal.

Iran sendiri telah memperkuat PMU dengan pasokan persenjataan dan rudal balistik sejak 2018. Hingga kini, PMU merupakan pemburu ISIS yang paling berpengalaman dalam medan pertempuran. (Banyu)