Connect with us

Politik

Arief Poyuono: Kalau Ada Amplop Cap Jempol Berisi Duit Ambil Saja, Tapi Jangan Pilih Nomor 01

Published

on

arief poyuono, andi arief, 7 kontainer, surat suara tercoblos, geruduk tkn, penyebar hoaks, nusantaranews, fitnah andi arief, penyebar fitnah, nusantaranewsco

Waketum DPP Gerindra, Arief Poyuono. (Foto: Repelita)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Waketum Gerindra, Arief Poyuono mengimbau masyarakat untuk pandai-pandai menyikapi amplop cap jempol di hari pemilihan umum 17 April mendatang.

“Kami informasikan pada masyarakat, kalau ada amplop cap jempol berisi duit ambil aja, tapi jangan pilih nomor 01 ya, karena amplop cap jempol bernilai 50 ribu itu akan membawa sengsara hingga 5 tahun,” kata dia melalui keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Dia mengungkapkan, 400 ribu amplop cap jempol Bowo Pangarso jelas untuk kepentingan serangan fajar pasangan Jokowi-ma’ruf Amin di Dapil 2 Jawa Tengah.

“Sangat tidak mungkin untuk kepentingan caleg Golkar yaitu Bowo Pangarso di Dapil Jateng 2 sebab Bowo Pangarso itu Ada di urutan nomor 2 sebagai caleg Golkar di Dapil 2 Jateng,” kata Poyuono.

Dia mengatakan, caleg DPR RI Partai Golkar pasti punya tugas untuk memenangkan cap jempol sebagai lambang pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Caleg DPR RI Partai Golkar kan pasti punya tugas untuk memenangkan cap jempol sebagai lambang pasangan Joko Widodo-Maruf Amin. Nah, sambil sosialisasi tentu saja Bowo Pangarso sambil nantinya bagi-bagi amplop cap jembol kepada masyarakat di Dapil Jateng 2,” katanya.

Sehingga, lanjutnya, sudah jelas dan fakta bahwa amplop cap jembol berisikan pecahan 50 ribuan itu memiliki dua fungsi sekaligus yakni untuk mendulang suara Jokowi-Ma’ruf Amin, serta cara Bowo Pangarso dapat suara di Dapil Jateng 2, apalagi Bowo Pangarso itu anggota DPR RI dari Jateng juga,” paparnya.

Dia menambahkan, Bowo Pangarso melakukan pengerukan uang BUMN. “Yang pasti lagi Bowo Pangarso melakukan pengerukan uang BUM, bukan inisiatif sendiri atau tidak ada perintah ya pasti ada master mind-nya dari menteri untuk cari dana serangan fajar dari BUMN,” paparnya.

Baca Juga:  RUPST Telkom Tahun Buku 2017: Payout Ratio 75%, Telkom Bagikan Dividen Rp 16,6 Triliun

“Nah, kita harap KPK harus menyelidiki hingga tuntas sampai dengan otak utama yang menyiapkan amplop cap jempol lambangnya paslon capres-cawapres nomor urut 01,” sambung dia.

(eda)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler