Connect with us

Rubrika

Apresiasi Guru PAI Berprestasi, Kemenag Beri Penghargaan

Published

on

guru pai, guru beprestasi, guru berdedikasi, kemenag, nusantaranews

Penyerahan hadiah kepada salah satu peraih penghargaan, Sahril Laode. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Serpong – Sebagai bentuk apresiasi terhadap guru Pendidikan Agama Islam yang memiliki kontribusi dan dedikasi dalam pengabdiannya, Kementerian Agama (Kemenag) memberikan anugerah guru PAI Berprestasi dan Berdedikasi.

Penghargaan ini diberikan kepada 8 orang guru PAI, 1 pengawas PAI dan 1 dosen PAI yang memenuhi syarat dan sudah mengikuti seleksi. Para pemenang anugerah ini mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan masing-masing Rp 5.000.000,- untuk guru berprestasi dan Rp 7.000.000,- untuk guru berdedikasi.

Penghargaan diberikan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin di hadapan 300 peserta Sarasehan Nasional Bulan Bakti PAI, Selasa, 11 Desember 2018 di Serpong, Tangerang, Banten.

Dalam sambutannya, Kamaruddin Amin mengatakan bahwa penghargaan ini sebagai wahana untuk memotivasi Insan PAI untuk tulus dalam menjalankan profesi mulia sebagai pendidik. Lebih lanjut Kamaruddin mengingatkan tugas pendidik bukan hanya menyampaikan pengetahuan akan tetapi juga bagaimana merubah cara berpikir seseorang untuk mampu menjadi insan yang berakhlak dan mengetahui kewajiban serta potensinya.

“Mendidik itu bukan sekedar mengajar/transfer of knowladge. Tetapi pendidikan adalah sarana untuk mengembangkan potensi siswa dan mengetahui kewajiban dan tanggungjawabnya,” kata Kamaruddin, Selasa (11/12).

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam, Rohmat Mulyana Sapdi menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kiprah dan kinerja guru PAI dalam mengabdi di dunia pendidikan khususnya dalam pengembangan Pendidikan Agama di sekolah. Guru berprestasi, diberikan kepada guru yang memiliki ide, kiprah dan karya lebih khusus dalam pengembangan metodologi pembelajaran.

“Sementara penghargaan Guru PAI berdedikasi dimaksudkan sebagai apresiasi terhadap guru PAI yang memiliki jiwa mendidik (ruhul mudarris) dengan konsisten dan penuh perjuangan” jelasnya.

Salah satu pemenang guru berdedikasi adalah Daim Ulla, seorang Guru PAI yang mengabdi di Sailolof, sebuah pulau yang tergabung dalam gugus Pulau Raja Ampat, Papua. Daim Ulla harus berjalan kaki melewati tebing dan gunung saat mengajar.

Ia mengaku sangat senang dengan penghargaan ini. Daim Ulla yang asli Papua dari suku Maya mengatakan belum pernah ke Jakarta dan belum pernah naik pesawat. Kehadirannya untuk mendapat penghargaan ini membuatnya sangat haru.

“Saya berterimakasih atas penghargaan ini, walaupun saya tidak pernah berpikir apa yang saya lakukan ini akan dihargai. Saya melakukan ini sebagai pengabdian kepada masyarakat saya dan hanya itu yang saya bisa,” kata Daim.

Hal sama disampaikan oleh Syahril Laode, Guru PAI di SLB bagian A (Tunanetra) di Bandung. Syahril yang juga penyandang tuna netra datang dari Bandung sendiri dengan menumpang Bus.

Pria kelahiran Makasar ini mengaku mengajar anak tuna netra harus ekstra sabar. Karena tidak hanya tuna netra, anak anak tersebut juga juga memiliki keterbatasan dalam menerima pelajaran.

“Walaupun mereka begitu (tuna netra), tapi mereka punya potensi dan harus dibimbing. Karena pada hakikatnya mereka lebih membutuhkan bimbingan daripada yang lain,” pungkasnya.

(gdn/anm)

Editor: Ani Mariani

Terpopuler