Connect with us

Ekonomi

Apakah Ada Mafia Atas Kekosongan Solar?

Published

on

Pemilu 2019 dan Pertamina. (Foto: Ilustrasi/NUSANTARANEWS.CO)

Apakah Ada Mafia Atas Kekosongan Solar? (Foto: Ilustrasi/NUSANTARANEWS.CO)

Baru sehari, dari tanggal 10 Desember 2019, saat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersuara keras dan lantang soal Pertamina sumber kekacauan, selanjutnya pada tanggal 11 Desember 2019 Manajer Sales Area II Pertamina untuk wilayah DKI-Banten mengeluarkan pemberitahuan atas kekosongan BBM jenis solar DEX dan Dexlite.

Ada apa dengan kekosongan BBM jenis solar ini, yang pada bulan Nopember 2019 lalu pihak Pertamina menyampaikan bahwa pasokan tersedis cukup? Apakah kekosongan solar yang terjadi saat inilah sebagai sumber kekacauan yang disinyalir oleh Menko Kemaritiman dan Investasi tersebut?

Sepertinya inilah tugas pertama penunjukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) untuk mencari tahu, bahkan menyelidiki sampai tuntas apa sebenarnya yang terjadi atas kekosongan BBM solar dari Pertamina itu.

Pekerjaan menyelesaikan kekosongan solar itu juga sebagai bukti tindaklajut bagi jabatan Ahok di Pertamina agar pernyataan dan tuduhan yang tidak sembarangan dari seorang pejabat negara, serta tak mungkin tanpa memperhitungkan data dan fakta yang akurat menjadi terbukti dalam kasus kekosongan solar Dex dan Dexlite.

Sebab, sinyalemen dari Menko Luhut Binsar Panjaitan tak berselang lama, dan mungkinkah kekosongan (atau sengaja dikosongkan) BBM solar Dex dan Dexlite ini adalah yang dimaksud dengan sumber kekacauan itu? Apakah terkait pula dengan permainan mafia migas seperti yang dikeluhkan oleh Presiden dan atau kinerja Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya Direktorat Jenderal Migas yang terkait tak mampu membenahi sektor hulu migas nasional?

Menarik untuk ditelusuri dan diselidiki lebih lanjut masalah kekosongan (ataukah kelangkaan) BBM solar Dex dan Dexlite ini agar pernyataan Menko Luhut Binsar Panjaitan terkait dengan penempatan Ahok yang juga memiliki karakter tegas dan lugas, sebagai  Komisaris Utama PT. Persero Pertamina untuk menyelesaikan masalah terkini soal kekosongan solar sekaligus sebagai indikator pembuktian adanya mafia migas.

Baca Juga:  Kekeringan Panjang, PDIP Kirim Air Bersih untuk Warga Kota Kediri

Mari kita tunggu tindakan Ahok sebagai orang yang saat ini berada dalam dewan manajemen Pertamina, khususnya dalam memberikan tanggapan yang memadai soal sinyalemen Pertamina sumber kekacauan dari Menko Luhut Binsar Panjaitan. Termasuk, apakah hal ini disebabkan oleh adanya mafia migas yang bercokol di Pertamina sehingga Ahok akan mampu menyelesaikan sumber kekacauan atas kekosongan BBM solar ini?

*Oleh: Defiyan Cori, Penulis Adalah Ekonom Konstitusi

Loading...

Terpopuler