Connect with us

Hankam

APA Aceh di Jakarta Melaporkan Kasus Kitab Suci ke Bareskrim

Published

on

APA Aceh di Jakarta melaporkan kasus kitab Suci ke Bareskrim.

APA Aceh di Jakarta melaporkan kasus kitab Suci ke Bareskrim. Aliansi Pemuda Aceh (APA) Jakarta saat berada di Bareskrim Mabes Polri, Minggu (31/05).

NUSANTARANEWS.CO, Aceh – APA Aceh di Jakarta melaporkan kasus kitab Suci ke Bareskrim. Pengurus Organisasi Aliansi Pemuda Aceh (APA) Jakarta melaporkan kasus Kitab Suci Aceh yang saat ini sedang hangat diperbincangkan dan meresahkan seluruh elemen masyarakat Aceh.

Para Pengurus APA di Jakarta membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri. Menurut  APA mereka telah menyerahkan laporan tersebut. “Laporan kami Insya Allah telah diterima tetapi harus kembali lagi hari Selasa karena hari ini Minggu,(31/05).

APA berharap para pihak yang telah membuat dan memberikan judul kitab suci Aceh jangan main- main karena ini menyangkut soal aqidah kami orang Aceh.

“Kami seluruh elemen masyarakat Aceh akan melawan jika menyangkut agama karena ini tanggung jawab moral anak bangsa Aceh kedepan, apalagi dari pemberian judul kitab saja sudah patut diduga ada maksud tertentu, inilah yang harus kita bongkar bersama modus para pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut,” kata salah seorang pemuda Aceh.

“Kami dan seluruh elemen stake holder masyarakat Aceh akan mengawal generasi milenial Aceh kedepan agar tidak sesat dalam mengamalkan ilmu Agama di tengah kemajuan teknologi informasi yang menyediakan beragam aplikasi di hp di era globalisasi ini.”

Berdasarkan pantauan Nusantara News di Aceh, hampir semua kalangan membicarakan masalah pembuatan kitab suci Aceh tersebut. Seluruh masyarakat Aceh sangat merasa kaget, risih dan kecewa atas perbuatan oknum atau para pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Masyarakat Aceh sangat sensitif bila menyangkut isu agama dan aqidah yang di anutnya. Seperti diketahui wilayah Aceh juga dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah, sebagai wilayah regilius yang kental nilai keislamannya, karena hampir seratus persen masyarakat Aceh beragama Islam. (M2/NS).

Baca Juga:  Periode 2019-2020 Merupakan Kali Keempat Indonesia Menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Loading...

Terpopuler