Connect with us

Budaya / Seni

Antara Cinta dan Dusta

Published

on

Antara Cinta dan Dusta

Antara Cinta dan Dusta/Ilustrasi: zen.yandex.ru

 

Antara Cinta dan Dusta

Cinta adalah perasaan kasih sayang yang tertanam dalam hati seseorang, diiringi dengan tindakan dan perbuatan yang penuh keikhlasan, cinta yang paling utama dan harus dimiliki oleh setiap manusia adalah cinta mutlak kepada Allah SWT, tidak dapat kita ukir, apalagi ditawar, milikNyalah segala yang ada di langit dan Bumi, maka sebagai hambaNya kewajiban manusia untuk mematuhi segala ketentuanNya dan menjauhi segala laranganNya.
Oleh: Chairul Bariah

Arti cinta dalam tulisan ini saya batasi hanya antar manusia, biasanya cinta itu diikuti  dengan tindakan dan perbuatan, mulai dari hal yang positif sampai yang negatif. Siapa yang tidak memiliki rasa cinta ibarat dalam hidupnya seperti sayur tanpa garam, seakan hampa dan kering di tengah hamparan hijaunya rerumputan.

Cinta adalah suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang, arti cinta yang saya dapat Wikipedia.

Sedangkan arti dusta adalah bohong atau berkata tidak benar, terkadang dalam kehidupan ada kebohongan atau dusta yang dibuat untuk menyenangkan orang lain, padahal sesungguhnya sepahit apapun kejujuran akan berbuah manis kemudian, namun sebaliknya seindah-indahnya dusta akan membawa kerugian bahkan petaka bagi yang berdusta dan orang-orang yang terlibat dalam kedustaan itu.

Antara cinta dan dusta adalah dua hal yang berbeda tetapi ada kalanya kedua kata tersebut sulit untuk di bedakan dalam prakteknya, apalagi jika di ikuti dengan perbuatan dan tindakan yang seakan-akan cinta itu adalah dusta dan dusta itu adalah cinta, hanya naluri yang dalam dapat menilai antara cinta dan dusta, andaikata hati dapat berbicara sendiri tentu kedustaan dapat kita ketahui dengan cepat, maka hubungan yang penuh kedustaan dapat kita akhiri.

Baca Juga:  Pengamat Cium Adanya Indikasi Ketidakharmonisan Antara KPU dan Bawaslu

Perasaan cinta terutama untuk pasangan bagi yang sudah menikah hanya tinggal mengelola dan memelihara cinta itu agar selalu indah, nyaman dan membahagiakan.  Sedangkan untuk yang belum menikah cinta itu masih perlu pertimbangan dan diuji seberapa besar kasih sayang yang diberikan oleh calon pendamping, apakah hanya sekedar cinta tanpa makna ataukah cinta yang dusta.

Memelihara cinta ibaratnya menjaga selembar sutera, jangan jemur dipanas, jangan biarkan dihujan, peliharalah dia sebagaimana seharusnya, jangan berlebihan dan jangan kekurangan, semua harus seimbang agar perjalanan waktu kita bersamanya sampai di akhirat nanti.[]

Penulis: Chairul Bariah, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim Peusangan ([email protected])

Tulisan ini terinspiras dari sebuah buku dengan judul yang sama hadiah dari abang kelas saya sewaktu duduk di bangku SLTA yang saat ini telah menjabat sebagai kepala sekolah di Bireuen – Aceh. [email protected]

Loading...

Terpopuler