Connect with us

Mancanegara

Annegret Kramp-Karrenbauer Menggantikan Kanselir Jerman Angela Merkel Sebagai Pemimpin Partai Berkuasa di Jerman

Published

on

Annegret Kramp-Karrenbauer

Annegret Kramp-Karrenbauer bersama Kanselir Jerman Angela Merkel

NUSANTARANEWS.CO – Partai penguasa Jerman, Christian Democratic Union (CDU) telah memilih Sekretaris Jenderal Partai Annegret Kramp-Karrenbauer menjadi pucuk pimpinan partai yang baru menggantikan Kanselir Jerman Angela Merkel yang telah memimpin selama 18 tahun. Annegret Kramp-Karrenbauer atau dikenal dengan sebutan AKK adalah penerus Merkel, tapi bukan foto copynya.

AKK berhasil mengalahkan saingannya Milyuner Friedrich Merz dengan memperoleh 517 suara dari 999 suara dalam pemilihan putaran kedua di Hamburg. Dengan kemenangan tersebut, sebagai pemimpin partai terbesar di Jerman, ke depan AKK bisa saja menjadi Kanselir Jerman berikutnya menggantikan Angela Merkel.

Annegret Kramp-Karrenbauer memang berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Dalam konferensi partai di Hamburg, pada hari Jumat, AKK menggambarkan dirinya sebagai kandidat pemersatu penerus partai. “Tidak ada konservatif atau liberal,” ujarnya. “Hanya ada satu CDU.”

Pesona AKK semakin berkilau setelah pada Maret 2017, di bawah kepemimpinannya CDU berhasil meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilihan negara yang mencapai 40,7 persen suara – mengalahkan kandidat Demokrat Sosial, Martin Schulz yang jajak pendapat publiknya jauh lebih tinggi. Sehingga dalam sekejap, AKK bermetamorfosis dari pemain politik regional menjadi pemain politik nasional.

AKK adalah seorang ibu dengan tiga anak. Saat ini berusia 56 tahun, lahir di dusun kecil Völklingen dan tumbuh di Püttlingen – nama tempat yang sama kecilnya dengan nama-nama yang melambangkan provinsi barat daya Jerman. Ayahnya adalah seorang guru sekolah, ibunya seorang ibu rumah tangga. Seperti kebanyakan orang di wilayah ini, AKK adalah Katolik Roma. Dia seorang ibu tiga anak.

Loading...

AKK bergabung dengan CDU pada tahun 1981, mulai dari organisasi pemuda dan partai lokal. Sejak 2001 hingga 2004, AKK menjadi seorang menteri dalam negeri wanita pertama di Jerman.

Baca Juga:  Efisiensi Pemukukan dengan Arang Aktif Pengendali Residu Pestisida

Pada tahun 2011, AKK menjadi perdana menteri negara bagian Saarland setelah membentuk koalisi dengan Partai Hijau dan Demokrat Bebas kanan tengah.

Meskipun sering dijuluki “Merkel mini” oleh pers Jerman, AKK berupaya menempatkan dirinya berbeda dengan kanselir Jerman, termasuk kebijakannya yang lebih konservatif. AKK memang mengakui kedekatan hubungannya dengan Merkel, namun sekarang ia perlu memantapkan dirinya sebagai ketua CDU untuk menyatukan partai.

Dalam sebuah pidatonya, AKK mengatakan, “Ini adalah akhir dari sebuah era dimana saya mengasosiasikan banyak hubungan pribadi dan pengalaman pribadi, di mana era itu sudah berakhir, dan era seperti itu tidak bisa begitu saja dilanjutkan atau dibalik. Pertanyaannya adalah apa yang Anda lakukan dengan apa yang telah Anda warisi…. dan menjadi lebih baik” (Banyu)

Loading...

Terpopuler