Presiden Joko Widodo melantik Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Senin sore (16/10/2017). Foto: Humas Kemensetneg
Presiden Joko Widodo melantik Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Senin sore (16/10/2017). (Foto: Humas Kemensetneg)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Juru bicara Jaringan ’98, Ricky Tamba mengatakan saat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru sudah resmi dilantik, yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, siapapun warga ber-KTP Jakarta berhak menagih janji keduanya terutama terkait program-program yang telah dijanjikan di musim kampanye.

“Karena Mas Anies dan Kak Sandi menjadi gubernur dan wagub untuk semua warga Jakarta, bukan hanya pemilihnya,” kata dia dalam keterangannya kepada redaksi, Selasa (17/10/2017).

Menurutnya, di era demokrasi sebaiknya Anies-Sandi serta para pendukungnya tidak usah terlalu risau menghadapi tekanan publik dari gerakan Ahoker yang seperti tidak terima jagoannya kalah di pemilihan Pilgub awal 2017 lalu.

“Jadi usul saran, di era demokrasi sebaiknya Anies dan Sandi serta para pendukungnya cukup kerja keras, ikhlas dan tuntas wujudkan ‘Kotanya Bahagia Warganya’, tak usah baper alay lebay menghadapi tekanan publik dan gerakan dari Ahokers dan lain-lain yang bisa jadi mengada-ada bila dilontarkan saat Anies dan Sandi baru mulai bekerja,” katanya.

Seperti diwartakan, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2022, menggantikan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang kurang beruntung dalam perhelatan Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Kini, Anies-Sandi sudah harus mulai bekerja untuk membangun Jakarta setidaknya lima tahun ke depan. Tantangan keduanya ialah menepati janji-janjinya yang pernah dilontarkan di masa kampanye. (ed)

Editor: Ach. Sulaiman & Eriec Dieda/NusantaraNews

Komentar