Anies-Sandi Akan Cari Celah untuk Tolak Reklamasi

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pekerjaan berat menanti pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang akan dilantik sebagai pemimpin DKI Jakarta pada Senin (16/10/2017).

Pasangan Gubernur DKI yang menang Pilkada 57,96 persen ini dihadapkan kenyataan bahwa moratorium reklamasi Teluk Jakarta telah dicabut pemerintah melalui keputusan Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Padahal saat kampanye, Anies-Sandi selalu mendengungkan janji menolak reklamasi. Politisi Gerindra Iwan Sumule menilai, ada niat terselubung dari pemerintah yang mencabut moratorium hanya beberapa hari jelang Anies-Sandi dilantik.

“Ada niat terselubung, dari barisan sakit hati yang ingin membenturkan Anies-Sandi kepada rakyat,” ujar Iwan saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Menurutnya, Anies-Sandi punya kewenangan menghentikan reklamasi dan bakal terus berjuang untuk menolak reklamasi “Makanya kami tengah mencari formula atau celah kewenangan gubernur dalam reklamasi ini yang dijamin dalam UU,” kata Iwan.

BACA JUGA:

Adapun kewenangan yang berkaitan dengan reklamasi dimiliki oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementrian Kelautan dan Perikanan. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam UU 27/2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

“Kalau gubernur DKI kan berlandaskan Keputusan Presiden (Kepres) 52/1995 itu waktu jaman Soeharto, lalu kemudian kewenangan pemerintah pusat dikuatkan lagi dengan Kepres 122/2012 di jaman SBY,” ungkap Iwan.

Lebih lanjut, kewenangan gubernur untuk menolak reklamasi terkunci rapat. Karena itu, Anies-Sandi tidak bisa berbuat banyak. Namun demikian, timnya masih terus melakukan upaya-upaya agar reklamasi ini tidak dilanjutkan.

“Kami masih kaji kewenangan-kewenangan Anies-Sandi untuk mengevaluasi moratorium, yang pasti Anies-Sandi menolak reklamasi,” tutur dia.

Baca Juga:  Dipecat PPP, Lulung Curhat di Twitter

Reporter: Ricard Andhika
Editor: Eriec Dieda/NusantaraNews