Connect with us

Inspirasi

Angklung Politeknik Sanata Dharma Siap Tarung di Era Persaingan Global

Published

on

Automated Angklung karya Politeknik Mekatronika Sanata Dharma, Yogyakarta/Foto nusantaranews (Istimewa)
Automated Angklung karya Politeknik Mekatronika Sanata Dharma, Yogyakarta/Foto nusantaranews (Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan kepada bangsa Indonesia, khususnya para pemuda untuk bangkit dari zona nyaman. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam pidato Presiden Republik Indonesia di depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2016, Jakarta, 16 Agustus 2016.

“Sekarang kita berada pada era persaingan global. Kompetisi antar negara luar biasa kerasnya, luar biasa sengitnya. Untuk memenangkan kompetisi, untuk menjadi bangsa pemenang, kita harus berani keluar dari zona nyaman. Kita harus kreatif, optimis, bahumembahu, dan melakukan terobosan-terobosan. Semua itu demi mempercepat pembangunan nasional, demi meningkatkan daya saing kita sebagai bangsa,” seru Jokowi dalam padatonya.

Seruan Jokowi bukan tanpa sebab dan tujuan. Pasalnya, globalisasi gelombang kedua sudah runtuh, rezim BBM pun mulai hancur, dan negara-negara maju termasuk negera berkembang berlomba-lomba memacu pertumbuhan di segala bidang. Tujuannya tak lain demi mengambil peran ketika globalisasi gelombang ketiga dimulai.

Di Indonesia, anak-anak negeri yang cerdas dan kreatif sebagian telah menghasilkan karya-karya kreatif yang dapat dipamerkan di panggung dunia. Karya-karya yang termasuk ke dalam hasil teknologi terbarukan ini juga memiliki nilai ekonomi. Yang mana jika disaparkan tentunya juga akan mendapat lirikan dari bangsa-bangsa lain.

Adapun hasil kreasi yang dimaksud, salah satunya Angklung Politeknik yaitu sebuah angklung dengan suara merdu yang dihasilkan oleh Piliteknik Mekatronika Sanata Dharma, Yogyakarta. Angklung ini juga disebut dengan Automated Angklung atau orang menyebut Robot Angklung, karna anklung-angklung rakitan ini bisa menimbulkan suara yang indah tanpa digerakkan langsung oleh tangan manusia.

Angklung ini pertama kali dipamerkan dalam Pameran Ritech Expo 2016 di stadion manahan Solo, Minggu kedua bulan Agustus lalu. Mungkin Anda heran, kenapa rakitan listrik di dalam ruangan tanpa disentuh tangan manusia, bisa bergerak sendiri dan mengeluarkan bunyi berupa alunan musik yang indah. Menurut salah seorang fasilitator, Febri, alunan musik tersebut berasa dari playlist di laptop yang dihubungkan ke robot. Sehingga robot anklung tersebut akan mengeluarkan nada melodi sendiri.

Baca Juga:  Soal Arcandra, Heri Gunawan: Bukan Sepenuhnya Kesalahan Jokowi

Adapun cara kerja Automated Angklung tersebut menurut Febri adalah dengan mendeteksi frekuensi nada pada playlist dalam bentuk suara midi. Setelah itu robot akan bergerak sesuai dengan frekuensi yang tertangkap sehingga keluar melodi dari robot angklung. Alasan pemilihan robot dikhususkan untuk main angklung, Febri menjelaskan bahwa sebeneranya robot ini dibuat untuk memelihara budaya Indonesia yang begitu beragam. Kelangkaan budaya harus dicegah dan media robot dianggap menjadi media yang menarik untuk memelihara budaya.

Disamping itu, robot ini tidak hanya memiliki nilai unik namun bisa dibilang memiliki kecerdasan tanpa otak, alias masih bisa berkembang. Karenanya, dengan adanya Automated Angklung ini, budaya Indonesia bisa terbantu pelestariannya. Bahkan, Politeknik Mekatronika Sanata Darma Yogyakarta selanjutnya sedang mengembangkan teknologi robot gamelan yang sedang dieksplorasi lebih lanjut.

Terlepas dari itu semua, Angklung milik Politeknik Mekatronika Sanata Dharma ini bisa memainkan berbagai lagu tanpa pemain alat musik karena memiliki sensor pembaca program dan penggerak motor dc. Selain itu terdapat softaware yang bisa membaca lagu dengan memerintahkan lengan angklung mana yang digoyang.

Sebagai informasi, Politeknik Mekatronika Sanata Dharma tidak hanya memamerkan Automated Angklung dalam Pameran Ritech Expo 2016, tetapi juga membawa beberapa karya inovatif lainnya. Beberapa di antaranya adalah Hybrid Baby Incubator, Intrumen-instrumen medis, Mannequin Robot, dan Robot Batik Tulis.

Dengan demikian, pemerintah sudah semestinya membuat katalog karya-karya inovatif yang telah dihasilkan oleh anak-anak kreatif Indonesia. Supaya selanjutnya bisa dikembangkan dengan cara memfasilitasinya sembari pemerintah mempersiapkan segala infrastrukturnya. (Sule/Red-02)

Loading...

Terpopuler