Connect with us

Mancanegara

Angkatan Udara Iran Tembak Jatuh Drone Pengintai AS

Published

on

Angkatan Udara Iran Tembak Jatuh Drone AS

Angkatan Udara Iran Tembak Jatuh Drone AS RQ-4 Global Hawk/Foto: Wired

NUSANTARANEWS.CO –Angkatan Udara Iran menembak jatuh sebuah pesawat mata-mata tanpa awak (drone) Amerika Serikat (AS), yang telah melanggar wilayah udara Iran di provinsi Hormozgan, selatan Iran. Drone tersebut terindentifikasi sebagai RQ-4 Global Hawk.

Kantor Berita Republik Islam (IRNA) secara resmi mengumumkan bahwa sebuah pesawat mata-mata tanpa awak AS telah melanggar wilayah udara Iran, memprovokasi ketegangan kedua negara yang sedang memuncak.

“Pesawat pengintai Global Hawk buatan AS dijatuhkan” di provinsi pesisir selatan negara itu, Hormozgan, ditembak jatuh ketika memasuki distrik Kouhmobarak di selatan,” bunyi pengumuman itu.

Insiden penembakan drone pada hari Kamis itu merupakan serangan langsung pertama Iran terhadap aset AS di tengah memuncaknya ketegangan AS-Iran dalam seminggu belakangan ini, terkait insiden serangan kapal tanker di perairan Teluk.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam pelanggaran atas wilayah udara tersebut, dan memperingatkan konsekuensi akibat dari tindakan “provokatif” tersebut.

“Setiap pelanggaran terhadap perbatasan Iran sangat dikutuk … Kami memperingatkan konsekuensi dari tindakan ilegal dan provokatif seperti itu,” kata juru bicara kementerian itu Abbas Mousavi.

Sementara para pejabat AS mengklaim bahwa pesawat tanpa awak itu berada di wilayah internasional pada saat ditembak jatuh. Militer AS pun membantah bahwa salah satu drone pengintainya memasuki wilayah udara Iran.

“Tuduhan Iran bahwa pesawat itu berada di atas udara Iran adalah palsu,” kata Kapten Angkatan Laut Bill Urban, juru bicara Komando Pusat militer AS. “Ini adalah serangan tidak beralasan terhadap aset pengawasan AS di wilayah udara internasional,” klaim juru bicara itu.

Dua pejabat AS mengatakan itu adalah pesawat tak berawak MQ-4C Triton AS yang dijatuhkan oleh rudal darat-ke-Iran.

Baca Juga:  Mitigasi dan Pelembagaan Penanggulangan Bencana

Insiden penembakan drone itu telah menimbulkan kekhawatiran sangat tinggi di dunia internasional, kesalahan perhitungan bisa menjerumuskan  AS dan Iran ke dalam konflik terbuka.

Komandan IRGC mengatakan bahwa penembakan drone itu sebagai “pesan yang jelas” ke AS. Jenderal Hossein Salami juga mengatakan Iran “tidak memiliki niat untuk berperang dengan negara mana pun, tetapi kami siap untuk perang, katanya dalam pidato yang disiarkan secara langsung di televisi Iran.

“Wilayah udara kami adalah garis merah kami dan Iran selalu merespons dan akan terus menanggapi dengan kuat setiap negara yang melanggar wilayah udara kami,” kata Salami

Media AS mengabarkan bahwa Presiden Donald Trump sempat mengesahkan serangan militer terhadap Iran sebagai balasan atas ditembak jatuhnya drone mata-mata AS, tetapi kemudian dibatalkan.

Awalnya Presiden Trump mengatakan: “Iran telah membuat kesalahan yang sangat besar”, tetapi kemudian mengatakan penembakan drone itu tidak “disengaja”, ujar Trump.

Trump juga menambahkan, “Saya merasa sulit untuk percaya itu disengaja. Saya pikir mungkin Iran membuat kesalahan – saya membayangkan itu adalah seorang jenderal atau seseorang yang membuat kesalahan dalam insiden penembakan drone itu.”

New York Times dan media mainstream lain pada hari Kamis (20/06) mengutip sejumlah pejabat pemerintah mengatakan bahwa Trump pada awalnya telah mengesahkan serangan terhadap sasaran-sasaran di Iran, seperti radar dan peluncur rudal pada hari Jum’at dini hari. Menurut laporan militer, mengatakan bahwa pesawat dan kapal perang AS telah berada dalam siap perang, namun mendadak muncul perintah pembatalan. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler