Connect with us

Ekonomi

Angkatan Udara Filipina Akan Terima Pesawat N212i Minggu Depan

Published

on

Angkatan Udara Filipina Akan Terima Pesawat N212i Minggu Depan

Pesawat N212i Pesanan Angkatan Udara Filipina

NUSANTARANEWS.CO – Pesanan Pesawat N212i Angkatan Udara Filipina akan dikirim minggu depan. Kementerian Pertahanan Filipina segera akan menerima alutsista dari Indonesia. Kali ini adalah dua pesawat N212i buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Seperti diketahui, ketika Presiden Joko Widodo melakukan lawatan kenegaraan ke Filipina pada tahun 2015 – kedua kepala negara sepakat untuk memperkuat kerjasama bilateral dalam berbagai bidang. Dalam pertemuan bilateral ersebut, Presiden Filipina Benigno Aquino sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang keamanan dan industri pertahanan.

Dalam kesempatan itulah, Indonesia menyambut baik rencana Filipina untuk membeli dua pesawat N212i dari PT. Dirgantara Indonesia dan dua kapal landing platform dock dari PT. PAL.

Nilai kontrak proyek dua pesawat tersebut adalah Php 814 juta atau sekitar Rp 215 milyar. Kedua pesawat Light Lift itu akan dipergunakan oleh Angkatan Udara Filipina. Pesawat transportasi ringan ini mampu mendarat dilandasan yang tidak beraspal serta lepas landas dengan jarak pendek.

Deputi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno mengatakan, pesawat pesanan Kementerian Pertahanan Filipina Minggu depan ini akan segera  diserahterimakan, katanya di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (21/6/2018).

Ekspor pesawat terbang oleh PTDI telah menjadi bukti ke dunia internasional bahwa Indonesia mampu menghasilkan produk berteknologi tinggi. Terlebih, teknologi tinggi ini untuk transportasi sipil dan militer.  Selama ini, Indonesia hanya dikenal sebagai pengekspor hasil tambang.

Belakangan, produk militer Indonesia mulai dikenal di dunia internasional. Tidak hanya pesawat, bahkan berbagai produk industri pertahanan lainnya juga diminati berbagai negara. Seperti produksi kendaraan lapis baja PT Pindad (Persero) dan PT PAL Indonesia (Persero).

Terkait dengan produksi pesawat, Harry menambahkan bahwa pesawat buatan PTDI itu menggunakan teknologi tertinggi di dunia, hanya di bawah teknologi ruang angkasa, jadi kita ini hebat. Setelah Filipina sebentar lagi akan dikirim juga ke Vietnam,” tambahnya

Saat ini, PT DI memiliki wilayah pemasaran di Asia Pasifik untuk beberapa produk yang lisensinya dimiliki bersama Airbus. Sementara di luar Asia Pasifik memjadi wilayah pemasaran Airbus.

“Walapun pesawat yang dikirim ke Eropa dan Amerika itu dibuat di Bandung, tapi itu pemasarannya oleh Airbus, kita di Asia Pasifik,” tutur dia.

Selain itu, Harry juga mengatakan bahwa pesawat N219 alias telah kebanjiran pesanan, meski pesawat ini belum diproduksi massal.”Kita punya 104 order permintaan N219, nanti baru bisa jualan kalau sudah keluar sertifikasi,” ujarnya. (Banyu)

Advertisement

Terpopuler