Angkatan Laut Filipina Menerima Fregat Berpeluru Kendali Kedua

Angkatan Laut Filipina menerima fregat berpeluru kendali kedua yang akan tiba hari ini dari galangan kapal Hyundai Heavy Industries (HHI) Ulsan Korea Selatan.
Angkatan Laut Filipina menerima fregat berpeluru kendali kedua yang akan tiba hari ini dari galangan kapal Hyundai Heavy Industries (HHI) Ulsan Korea Selatan/Foto: navalnews.com

NUSANTARANEWS.CO, Manila – Angkatan Laut Filipina menerima fregat berpeluru kendali kedua yang akan tiba hari ini dari galangan kapal Hyundai Heavy Industries (HHI) Ulsan Korea Selatan. BRP Antonio Luna (FF151) adalah fregat kelas Jose Rizal yang dilengkapi dengan rudal permukaan-ke-permukaan (surface-to-surface) dan permukaan-ke-udara (surface-to-air missiles) serta kemampuan anti-kapal selam (anti-submarine).

Kedatangan BRP Antonio Luna (FF151) disambut oleh saudaranya BRP Jose Rizal (FF150) saat melintasi perairan teritorial Filipina di sekitar Pulau Capones, Zambales, Selasa (9/2).

Fregat Antonio Luna akan berlayar dalam formasi bersama fregat Jose Rizal melalui Teluk Manila sebelum melanjutkan ke area pelabuhannya di Subic, Zambales. Upacara kedatangan akan dilakukan akhir bulan ini setelah para awak kapal menyelesaikan masa karantina dan hasil tes swab Covid-19.

Fregat Rudal Kelas Jose Rizal ini merupakan pesanan pesanan Angkatan Laut Filipina yang dibuat oleh Hyundai Heavy Industries (HHI) setelah memenangkan tender internasional senilai US$ 311 juta pada 2016. Kontrak tersebut tidak termasuk sstem persenjataan

Kapal dengan kecepatan 25 knot ini dirancang berdasarkan versi lebih kecil dari fregat Incheon (FFX-I) yang sedang dibangun untuk armada Angkatan Laut Korea Selatan.

Antonio Luna memiliki bobot sekitar 2.600 ton dan panjang 107 meter. Dengan mesin diesel di bawah skema CODAD, kapaol dapat menjelajah sejauh 4.500 mil laut dengan kecepatan kecepatan 15 knot.

Sistem persenjataan dilengkapi dengan empat peluncur rudal anti-kapal (untuk SSM-700K Haeseong), dua sistem SAM jarak pendek SIMBAD-RC oleh MBDA, meriam utama 76 mm, satu Aselsan SMASH Meriam sekunder 30 mm, dua peluncur torpedo tiga tabung 324 mm (untuk torpedo K745 Chung Sang Eo). Nantinya sistem persenjataan juga dapat dipasang VLS sel 8x untuk rudal permukaan ke udara. Sedangkan untuk sensor dan suite elektronik sebagian besar disediakan oleh Thales.

Baca Juga:  Panitia CPNS Kabupaten Landak 2019 Buka Call Center

Kapal juga memiliki dek helikopter dan hanggar untuk menampung helikopter Leonardo AW159 Lynx Wildcat yang telah dipesan untuk Angkatan Laut Filipina.

Kedatangan Antonio Luna tepat seminggu setelah insiden kali kedua kapal Cina, Jia Geng, memasuki perairan teritorial Filipina dengan dalih cuaca yang buruk. Insiden ini telah membuat ketegangan hubungan bilateral kedua negara.

Kedatangan Antonio Luna tentu akan semakin meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Filipina dalam menghadapi tantangan di wilayah perairannya. (AS)