Connect with us

Mancanegara

Angkatan Laut China di Djibouti Gelar Latihan Menembak

Published

on

Tentara Pembebasan Rakyat (People’s Liberation Army/PLA) Angkatan Laut China gelar latihan menembak (live-fire) di sekitar pangkalan angkatan lautnya di Djibouti. (Foto: PLA-Navy)

NUSANTARANEWS.CO – Pembangunan pangkalan militer Djibouti jelas tidak bisa dilepaskan dari kepentingan nasional China guna mewujudkan skema Jalur Sutra Maritim Abad 21-nya. Seperti diketahui, China mulai membangun pangkalan militer di wilayah Tanduk Afrika ini pada Februari 2016 – yang terletak tidak tidak jauh dari Camp Lemonnier – sebuah pangkalan militer AS terbesar di Afrika.

Dengan keberadaan pangkalan militer tersebut, armada Angkatan Laut China menjadi lebih efisien dalam menjalankan misi operasi maritimnya di dunia termasuk dalam melaksanakan tugas penjaga perdamaian dan kemanusiaan di lepas pantai Yaman dan Somalia.

Oleh karena itu, China sangat berkepentingan untuk memastikan keamanan maritim di seputar Somalia dan Yaman karena jalur lalu lintas perdagangan tersebut sering menjadi sasaran perompak dari kelompok-kelompok pembajak Somalia. Sehingga Beijing berkepentingan untuk mengamankan jalur laut tersebut demi menjaga kelancaran pasokan bahan baku terutama minyak bagi kebutuhan industri dalam negerinya.

Kehadiran kekuatan militer China di Djibouti jelas merupakan cerminan dari arah baru kebijakan politik dalam negeri Cina yang ingin menjadi aktor utama dalam percaturan politik global di tengah melemahnya Pax Americana.

Analis Senior Pertahanan Internasional, Timothy R. Heath dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa, kemampuan Tentara Pembebasan Rakyat (People’s Liberation Army/PLA) Angkatan Laut China menunjukkan kemampuan yang mengejutkan tiga tahun terakhir. Tahun 2015, China mengungkapkan telah membangun kapal induk kedua dan kapal itu adalah kapal selam pertama yang akan berpatroli dalam rangka pencegahan nuklir sebelum akhirnya membangun pangkalan militer di Djibouti.

Baca Juga:  Prajurit Korem 083/Baladhika Jaya Disiapkan Mampu Menembak

Terbaru, PLA menggelar latihan menembak di pangkalan militer barunya di Tanduk Afrika itu. Pangkalan China yang dioperasikan oleh Tentara Pembebasan Rakyat Angkatan Laut dibuka 1 Agustus sebagai markas asing pertama di bawah komando Beijing. Untuk mempertegas keterlibatan tentaranya di Afrika, China bahkan telah membuat sebuah film berjudul Wolf Warriors 2 yang dibintangi sekaligus disutradarai sineas Wu Jing, berhasil bertengger di 100 besar box office dunia sepanjang masa.

Wolf Warriors 2 sendiri diketahui berkisah mengenai prajurit Tiongkok bernama Leng Feng yang menangani misi khusus di Afrika. Ia harus menjaga para pekerja medis dari teror para pemberontak setempat serta pedagang senjata api yang kejam.

“Latihan menembak (live-fire) akan membantu mengeksplorasi model pelatihan baru untuk garnisun di luar negeri. Ini adalah pertama kalinya tentara kami ditempatkan di Djibouti yang telah meninggalkan kamp untuk melakukan latihan tempur, ” kata komandan utama Liang Yang seperti dikutip South China Morning Post (SCMP).

SCMP menuliskan, Kelembaban dan suhu tinggi mengharuskan pasukan menyesuaikan bagaimana mereka menyelesaikan berbagai tugas dasar, dan juga bagaimana mereka menggunakan senjatanya. Pilihan bagi pasukan untuk mengenakan seragam biru dalam kondisi seperti padang pasir, seperti yang digambarkan dalam foto-foto yang diterbitkan oleh kantor berita yang berbasis di Hong Kong, menunjukkan bahwa tidak ada tekanan besar untuk mempertahankan latihan live-fire klandestin.

Kementerian Pertahanan China memasang pangkalan tersebut sebagai pusat logistik angkatan laut dan benteng untuk mendukung pengawalan angkatan laut di Afrika dan Asia barat daya. Dan secara umum, ini juga merupakan bagian dari operasi menjaga perdamaian PBB serta bantuan kemanusiaan.

Namun, menurut analis Li Jie, latihan baru-baru ini pasukan PLA membawa misi melawan serangan dari teroris, bajak laut, angkatan bersenjata lokal, atau bahkan pasukan asing.

Baca Juga:  265 Orang Jajal Pistol FN dan Senjata SS1-V3

Sementara itu, Amerika Serikat juga diketahui memiliki kamp angkatan laut (Camp Lemonnier) di tepi selatan Bandara Internasional Djibouti-Ambouli. Tak kalah juga Jepang, mereka memiliki Angkatan Bela Diri Maritim yang dioperasikan bersama AS di kawasan tersebut.

Basis PLA-Navy terletak di seberang Teluk Tadjoura di kota pelabuhan kecil Obock di pantai utara Djibouti. Negara yang terletak di Afrika Timur persisnya di Teluk Aden, pintu masuk Laut Tengah ini menjadi tuan rumah sejumlah personil Angkatan Laut Perancis di perbatasan. Djibouti memang bekas koloni Perancis. Legiun Asing Prancis membangun Camp Lemonnier sebelum menyewanya ke sekutu AS untuk digunakan sebagai pusat operasi kontra-terorisme setelah serangan teroris 9/11 di New York.

Di Djibouti, seperti dilaporkan Sputnik, tak jarang Angkatan Laut China dan Jepang bersitegang. Tak lama setelah pangkalan PLA dibuka secara resmis, pemerintah China menuduh penyelam taktis Jepang mendekati kapal-kapal China yang baru saja tiba. (ed)

(Editor: Eriec Dieda)

Loading...

Terpopuler