Berita UtamaEkonomiLintas NusaTerbaru

Angka Pengangguran Tinggi, Saatnya Padat Karya Diberlakukan di Batu

Angka pengangguran tinggi, saatnya padat karya diberlakukan di Batu.
Angka pengangguran tinggi, saatnya padat karya diberlakukan di Batu/Foto: Anggota DPRD Jawa Timur Agusdono Wibawanto .

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur Agusdono Wibawanto berharap agar pemerintah membuka padat karya untuk menekan tingginya angka pengangguran di kota Batu. Tak hanya itu, BLT (Bantuan Langsung Tunai) juga harus digelontorkan untuk menolong masyarakat terdampak kenaikan BBM.

“Harus ada tindakan cepat dari pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak kenaikan BBM,”jelas politisi Demokrat ini, Senin (19/9).

Pria bergelar doktor ini mengatakan untuk tingginya pengangguran di kota Batu, perlu ada kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Jawa Timur untuk membuka lowongan kerja bagi wilayah Batu dan sekitarnya. “Tentunya untuk meningkatkan skil para calon tenaga kerja  pihak Pemkot Batu harus membuat berbagai program pelatihan kerja, pelatihan manajemen kepada unit usaha kecil, pelatihan untuk karyawan pabrik rokok melalui dana cukai, serta bursa kerja khusus untuk SMK,” jelasnya.

Khusus untuk Disnaker kota Batu, jelas Agusdono Wibawanto, pihaknya berharap untuk terjun langsung ke SMA atau SMK se kota Batu dengan memberikan motivasi kepada seluruh pelajar gambaran tentang dunia kerja yang ada saat ini. “Disitu, mereka bisa mendapatkan motivasi dalam mengenal dunia kerja sebelum benar-benar terjun langsung,” jelasnya.

Baca Juga:  Hari Santri Nasional, Gus Fawait: Saatnya Anggaran Untuk Ponpes di Jatim Ditambah

Pengangguran di Kota wisata Batu mencapai angka cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, dari total 213.046 jiwa penduduk Kota Batu, 14 ribu jiwa di antaranya pengangguran.

Lonjakan jumlah pengangguran itu semakin berlipat ganda usai pandemi Covid-19. Padahal, sebelum pandemi, jumlah pengangguran di kota wisata itu hanya mencapai 5.200 orang. Selain akibat bencana massal tersebut, jumlah angka pengangguran ini juga disebabkan beberapa faktor. Seperti iklim lowongan pekerjaan kompetitif yang kemudian meminggirkan lulusan SMK, hingga pencari kerja yang tidak ingin bekerja di luar daerah. (setya)

Related Posts

1 of 10