Connect with us

Kesehatan

Anggota DPR RI Putih Sari Dorong Pembangunan Puskesmas di Bekasi

Published

on

putih sari, kabupaten bekasi, germas bekasi, puskesmas bekasi, kesehatan bekasi, fasilitas kesehatan, faskes bekasi, nusantaranews, nusantara news, nusanatara

Putih Sari saat mengikuti kegiatan sosialisasi Germas (Gerakan Masyarakat Sehat) Kemenkes (Kementerian Kesehatan). (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Bekasi – Kabupaten Bekasi masih dihadapi dengan permasalahan kesehatan terutama dalam hal ketersediaan fasilitas kesehatan (Faskes). Saat ini totalnya ada 44 Puskesmas di Kabupaten Bekasi, namun baru 18 Puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap. Sementara 26 Puskesmas masih belum memiliki rawat inap. Puskesmas yang belum lengkap ini biasanya ada di tingkat kelurahan atau desa dengan jadwal pengoperasiannya tidak selama 24 jam.

Anggota DPR RI Komisi IX dari Partai Gerindra Putih Sari menyoroti permasalahan kesehatan di Kota Bekasi, terutama ketersediaan fasilitas Puskesmas. Putih Sari mengatakan, faskes puskesmas sangatlah penting karena menjadi faskes pertama yang bisa digunakan oleh masyarakat.

“Puskesmas yang paling gampang diakses oleh masyarakat, jika puskesmas sebagai faskes tidak tersedia bagaimana permasalahan kesehatan ini bisa diatasi. Ini menjadi perhatian khusus saya juga untuk memberikan solusi terkait permasalahan kesehatan di Kabupaten Bekasi,” kata Putih Sari lewat keterangan tertulis, Bekasi, Selasa (25/9/18).

Menurutnya, perlu ada anggaran yang ditetapkan khusus untuk membangun faskes puskesmas bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. Sehingga melalui puskesmas ini bisa memberikan tindakan dan juga penyuluhan kesehatan untuk masyarakat.

“Ketersedian anggaran ini harus diprioritaskan untuk kebutuhan kesehatan yang menjadi akses utama masyarakat gunakan. Untuk pembangunan puskesmas bisa bertahap tapi harus segera dilaksanakan, karena sistem BPJS juga mengharuskan pemilik BPJS menggunakan faskes pertama yaitu puskesmas dan klinik,” ujar Putih Sari.

Putih Sari yang kini maju kembali dari Dapil Jawa Barat VII ini juga mengatakan bahwa puskesmas bisa menjadi tempat untuk sosialisasi dan pengawasaan tahap pertama terhadap kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  5 Juni 2018, Dimulainya Pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia

“Puskesmas akan memberikan informasi tentang bagaimana keadaan dan permasalahan kesehatan yang sedang dialami masyarakat dalam cakupan perkecamatan,” katanya. (bya/alya)

Editor: Banyu Asqalani

Loading...

Terpopuler