Connect with us

Politik

Ancaman Non-Militer Datang dari Tenaga Kerja Asing

Published

on

NUSANTARANEWS.CO – Membanjirnya tenaga kerja asing di Indonesia tentu bukanlah persoalan sepele. Kementerian Pertahanan melalui Kepala Sub Direktorat Bela negara Direktorat Jenderal potensi Pertahanan Kemenhan, Kolonel Inf Sudi Prihatin seperti dilansir Antara menilai bawa TKA yang berkeliaran di Indonesia atau yang akan masuk ke Indonesia bisa menjadi ancaman non-militer bagi pertahanan negara.

Dia mengatakan di Jakarta, Selasa (2/8/2016), “Kalau ini sudah tidak terkendali, sudah tidak ada kebijakan yang mengatur bagaimana aspek ancaman terhadap pertahanan negara, ini bisa dijadikan ancaman baru dari sisi bukan militer,” ucapnya saat mengisi Seminar Nasional bertajuk Efek Domino Serbuan Tenaga Kerja Asing.

Seperti ulasan artikel Nusantaranews berjudul Mewaspadai Perang Non Militer beberapa waktu lalu, dewasa ini, perang modern lebih banyak dilakukan dalam bentuk non militer atau populer dengan sebutan perang asimetris. Pada dasarnya, taktik dan strategi perang asimetris sama dengan perang militer, bedanya tidak menggunakan peluru, atau persenjataan. Hal yang sama juga diutarakan Prihatin, bahwa sekarang pemerintah Indonesia tengah menghadapi tantangan berupa ancaman non-militer, tidak seperti dulu yang ancamannya adalah senjata.

Baca juga: Investor China Selundupkan Militernya Ke Indonesia

“Namun, ancaman yang sekarang ini sudah masuk ranah ancaman non-militer,” ungkapnya. Kembali soal TKA, Prihatin meminta pemerintah melakukan pendataan dan pemeriksaan dengan baik. Sebab, kata dia menambahkan, kedatangan TKA secara berbondong-bondong patut diduga dan dicurigai dari sisi keamanan. (eriec dieda/antara/red-02)

Artikel Terkait: PERANG MASA KINI: Ancaman, Tantangan Bagi NKRI & Tuntutan Menyikapinya

Terpopuler