Connect with us

Politik

Analisis Partisipasi Pemilih Dalam Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada DKI

Published

on

Mengawal rekapitulasi suara/Foto via merdeka
Mengawal rekapitulasi suara/Foto via merdeka

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta telah menyelesaikan real count dengan merekapitulasi hasil suara dari semua TPS. Rekapitulasi ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat pemilih untuk mengetahui hasil Pilkada secara lebih cepat dan akurat. Rekapitulasi mendasarkan entry data Model C1 yang merupakan hasil sementara dan bukan hasil final.

Dari metode real count tersebut, pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 936.609 suara (17.05 persen), pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat memperoleh 2.357.587 suara (42.91 persen) dan pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno memperoleh 2.200.636 suara (40.05 persen).

Menurut Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) melakukan kajian terhadap hasil real count tersebut. Kajian hasil rekapitulasi ini menfokuskan pada dua hal yaitu, pertama; mengukur partisipasi masyarakat di hari pemungutan dan penghitungan suara, dan kedua; analisis perbandingan perolehan suara bagi masing-masing pasangan calon.

Koordinator Nasional JPPR Masykurudin Hafidz menyebutkan bahwa partisipasi masyarakat pemilih Jakarta memenuhi target dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yaitu sebesar 77 persen. Angka partisipasi ini juga meningkat tajam sebesar 8 persen dari partisipasi Pilkada sebelumnya di tahun 2012. Dari aspek penyelenggaraan, KPU Jakarta relatif berhasil memberikan informasi dan menfasilitasi pasangan calon dalam menyampaikan visi, misi dan programnya. Dari aspek pencalonan, terdapat kompetisi dan persaingan yang kuat antar pasangan calon didukung oleh para tokoh politik nasional masing-masing. Pemberitaan yang cukup kuat dan intensif terhadap perilaku pasangan calon juga berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi ini.

Di masing-masing wilayah, terdapat angka partisipasi yang variatif. Partisipasi paling tinggi terjadi di Kabupaten Kepulauan Seribu dengan pemilih yang menggunakan haknya sebesar 81 persen, kemudian Jakarta Timur 78 persen, Jakarta Utara 77 persen, Jakarta Barat dan Jakarta masing-masing 75 persen dan Jakarta Pusat sebesar 74 persen. Berdasarkan wilayah dengan karakter perkotaan, Jakarta berhasil menjawab tantangan partisipasi pemilih.

Baca Juga:  Kapolri Takutkan Aksi 112 Kampanye Terselubung
Loading...

Selain memenuhi target, partisipasi dalam proses dan tahapan Pilkada juga cukup kuat. Perbincangan terkait Pilkada memenuhi ruang publik baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Berkelindannya persoalan agama, politik dan penegakan hukum yang berlangsung dan melibatkan ketiga pasangan calon bahkan berkontribusi terhadap adanya peningkatan pemberitaan bohong (hoax). Kuatnya partisipasi juga ditunjukkan dengan adanya surat suara yang kurang di beberapa TPS serta antusiasme yang tinggi untuk mengikuti pelaksanaan pemungutan dan pemantauan tahapan Pilkada.

Jika di turunkan dalam level Kecamatan, partisipasi yang paling tinggi terjadi di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan dengan partisipasi sebesar 83 persen, kemudian Kecamatan Kelapa Gading sebesar 82 persen, Pasar Rebo dan Duren Sawit masing-masing 81 persen dan Kepulauan Seribu Utara sebesar 80 persen.

Sementara partisipasi paling rendah terjadi di Kecamatan Johar Baru dengan 65 persen, kemudian Kecamatan Kebayoran Baru sebesar 70 persen dan Kecamatan Setia Budi, Kecamatan Sawah Besar dan Kecamatan Menteng yang masing-masing angka partisipasinya 72 persen. Rendahnya partisipasi di wilayah ini sebagian disebabkan oleh aspek teknis yaitu pemilih tidak sedang berada di tempat, sedang menjalankan tugas, tidak terdaftar dalam data pemilih dan mengalami kendala administratif ketika akan melakukan pemungutan suara.

Antuasiasme yang tinggi memberikan catatan tertentu terhadap proses pemutakhiran data pemilih. Jakarta dengan perpindahan domisili yang cukup cepat, proses rekaman e-KTP yang belum selesai dan adanya KTP ganda memberikan dampak terhadap pelaksanaan proses pemungutan suara. Pemahaman KPPS yang tidak seragam terkait syarat menggunakan hak pilih di TPS juga manjadi catatan terhadap pelaksanaan Pilkada Jakarta.

Dalam hal partisipasi, pemilih perempuan menguasai angka partisipasi Pilkada Jakarta. Dengan daftar pemilih yang relatif sama, partisipasi perempuan lebih tinggi. Pengguna hak pilih perempuan sebesar 2.757.517 sementara pengguna pemilih laki-laki sebesar 2.600.287. Terdapat selisih lebih besar sebanyak 157.230 atau setara dengan semua pengguna hak pilih di Kecamatan Kramat Jati.

Baca Juga:  Membentuk Karakter dan Jati Diri Generasi Muda Indonesia

Partisipasi perempuan lebih tinggi hampir di semua kecamatan (98 persen). Dari 44 Kecamatan. hanya ada satu Kecamatan (2 persen), dimana partisipasi laki-laki lebih tinggi (itupun hanya selisih 0,1 atau 224 suara) dari partisipasi perempuan yaitu di Kecamatan Tambora. Sementara 43 Kecamatan lainnya partisipasi perempuan selalu lebih tinggi. Partisipasi perempuan paling tinggi terjadi di Johar Baru yaitu 59 persen. Daerah dengan partisipasi perempuan yang lebih tinggi juga terjadi di Kecamatan Pasar Rebo, Kecamatan Kelapa Gading dan Kecamatan Makassar yaitu 53 persen dan Kecamatan Pesanggrahan dengan 52 persen. Yang unik, partisipasi perempuan paling tinggi terjadi di Kecamatan yang paling rendah secara keseluruhan di Jakarta.

Adapun masyarakat pemilih yang tidak hadir dan menentukan pilihannya sebesar 23 persen atau sebanyak 1.668.902 pemilih. Pemilih yang tidak menentukan pilihannya paling banyak terjadi di Kecamatan Johar Baru sebesar 35 persen, Kecamatan Kebayoran Baru sebesar 30 persen, Kecamatan Setia Budi, Kecamatan Saah Besar dan Kecamatan Menteng sebesar 28 persen.

Adapun pemilih yang paling sedikit tingkat Golputnya terjadi di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan dengan hanya 17 persen, Kecamatan Kelapa Gading 18 persen, Kecamatan Pasar Baru dan Kecamatan Duren Sawit masing-masing 19 persen dan Kepulauan Seribu Utara sebesar 20 persen. Kepulauan Seribu adalah daerah dengan tingkat Golput paling rendah.

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler