Connect with us

Politik

Analisa Sumir Denny JA Soal Prabowo, Amien Rais dan PAN Dinilai Ngawur

Published

on

prabowo subianto, joko widodo, tarung ulang, tahun politik, sandi jokowi, strategi jokowi, strategi prabowo, pencapresa 2019, pilpres 2019, politik demokrasi, pasangan capres, dramaturgi politik, politik nasional, nusantaranews

ILUSTRASI – Pilpres 2019: Prabowo Subianto-Sandiaga Solahuddin Uno vs Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Postingan Denny JA di akun Instagram miliknya membuat gerah politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Ma’mun Murod.

Denny JA menyebut, jika Prabowo Subianto kalah pada Pilpres 2019, terbuka kemungkinan lahir PAN baru yang lepas dari bayang-bayang Amien Rais. Denny Ja menyimpulkan sebuah judul tulisan beryajuk Kritik Amien Rais Dinilai Kontraproduktif Terhadap Elektabilitas PAN.

Baca juga: PDIP dan Jokowi Menang Lagi di Survei LSI Denny JA

Menurut dia, di tubuh PAN banyak hal bisa terjadi jika Prabowo kalah. Termasuk, pertama kalinya PAN akan keluar dari bayang-bayang Amien Rais yang belakang kerap melontarkan kritikan tajam kepada pemerintahan Jokowi-JK.

“Menyebut kritik Amien Rais sebagai kontraproduktif terhadap elektabilas PAN itu jelas ngawur. Saya yakin ini hanya sekadar pernyataan Denny, bukan berdasarkan survei. Kalau pun menyebut sebagai hasil survei, pasti metodologi surveinya ngawur. Justru sikap kritis Amien Rais terhadap penguasa itu menyolidkan pemilih PAN dan meningkatkan elektabilitas PAN,” kata Ma’mun Murod dikutip dari catatan tertulisnya, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: LSI Denny JA Klaim Prabowo Tak Konsisten Perjuangkan Pancasila

Menurut Ma’mun, di kala banyak kalangan mengharapkan adanya tokoh-tokoh yang berani melakukan kritik terhadap penguasa, Amien Rais termasuk sedikit bahkan sangat sedikit dari tokoh yang secara konsisten mengisi ruang kritis tersebut.

Baca juga: Ferry Juliantono Percaya Kekuatan Doa dan Sosial Media Menangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019

“Coba, mana ada tokoh yang seusia Amien Rais masih terus berani melakukan kritik-kritik atas banyak hal yang memang pantas dikritisi,” cetusnya.

“Bandingkan pula Amien Rais dengan ‘anak muda’ yang sudah menjabat ketua umum sebuah partai politik berkali-kali tapi belum terlihat mau mengakhirinya. Sesuatu yang tak pantas diteladani,” sambung dia.

Ma’mun menilai, meme Denny JA yang beberapa kali menyudutkan Amien Rais dan PAN juga harus menjadi warning bagi kader-kader PAN di seluruh Indonesia.

“Bukan tidak mungkin, meme-meme Denny JA adalah sinyal awal dari keculasan dan kejahatan yang bakal dilakukan oleh penguasa untuk memberangus partai kritis seperti PAN melalui legitimasi politik berupa Pemilu, tentu pemilu yang berlangsung dengan penuh kecurangan,” paparnya.

Baca juga: Kredibiltas Partai dan Wabah Korupsi

Apalagi, lanjutnya, Pilpres 2019 belum juga berlangsung tetapi Denny JA sudah jauh-jauh hari berandai-andai Prabowo akan kalah. “Ini juga harus dijadikan sebagai sinyal tentang kemungkinan Prabowo akan dicurangi kembali sebagaimana pada Pilpres 2014,” ucapnya.

“Lalu Denny juga menyebut ‘akan lahir PAN baru yang lepas dari bayang-bayang Amien Rais’. Pernyataan ini sebaiknya harus ditafsir sebagai sebuah penegasan bahwa kalau Jokowi terpilih kembali sebagai presiden, maka tugas pertamanya akan mengerjai PAN dengan mengintervensi pelaksanaan Kongres PAN 2020,” kata Ma’mun.

(nvh/anm/gdn)

Editor: Almeiji Santoso

Advertisement

Terpopuler