Connect with us

Hankam

Amerika Kirim 128 Rudal Anti-Tank Javelin ke Estonia

Published

on

Amerika Kirim 128 rudal anti-tank Javelin ke Estonia

Amerika kirim 128 rudal anti-tank Javelin ke Estonia. Marinir AS menembakkan FGM-148 Javelin di Area Pelatihan Babadag, Rumania/The Associated Press

NUSANTARANEWS.CO, Helsinki – Amerika kirim 128 rudal anti-tank Javelin ke Estonia. Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Tallinn mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (2/4) bahwa AS telah mengirim rudal anti-tank Javelin ke Estonia sebagai bagian dari kontrak yang lebih besar dengan anggota NATO Baltik.

Pengiriman rudal Javelin ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Estonia sekaligus memperkuat integrasi strategis negara tersebut ke dalam NATO. Estonia sendiri menjadi anggota NATO sejak 2004.

Selama beberapa tahun terakhir, AS telah memberi Estonia US$ 100 juta dalam kerjasama pertahanan. Pada bulan Desember, Kementerian Pertahanan Estonia mengatakan bahwa AS telah mengalokasikan US$ 175 juta dalam bentuk bantuan militer bagi negara-negara Baltik: Estonia, Latvia dan Lithuania untuk tahun 2020.

Ketiga negara semuanya adalah anggota NATO dan semuanya berbatasan dengan Rusia.

FGM-148 Javelin adalah rudal anti-tank berpemandu inframerah yang dapat dibawa dan diluncurkan oleh satu orang. Rudal tersebut diproduksi oleh perusahaan patungan antara Raytheon dan Lockheed Martin.

Pada tahun 1989, tentara AS memberikan kontrak untuk pengembangan rudal Javelin sebagai pengganti rudal anti-tank M47 Dragon. Raytheon bertanggung jawab atas command launch unit (CLU), unit kendali elektronik rudal, perangkat lunak sistem dan manajemen rekayasa sistem. Lockheed Martin bertanggung jawab atas pencari rudal, teknik dan perakitan.

Javelin memasuki produksi masal pada tahun 1994, dan pertama kali digunakan oleh tentara AS di Fort Benning, Georgia pada Juni 1996.

Korps Marinir AS dan pasukan khusus Australia telah menggunakan Javelin selama Operasi Pembebasan Irak pada tahun 2003, dan juga di Afghanistan. Lebih dari 2.000 rudal telah ditembakkan oleh AS dan pasukan koalisi. Rudal Javelin dapat mencapai jarak tembak sekitar 5 kilometer.

Baca Juga:  BMKG Maluku Tepis Informasi Gempa Bumi dan Tsunami di Wilayah Ambon

Selain AS dan Inggris, Javelin juga digunakan oleh Taiwan (60 peluncur), Lithuania dan Yordania (30 peluncur), Australia (92 peluncur), Selandia Baru (24 peluncur), Norwegia (90 peluncur), Irlandia, dan Ceko.

Pada November 2004, UEA meminta penjualan militer asing (FMS) 100 peluncur Javelin dan 1.000 peluru kendali. Juni 2006, Oman meminta 30 peluncur FMS dan 250 rudal. Pada Juli 2006, Bahrain meminta 60 peluncur FMS dan 180 rudal. Oktober 2008, Taiwan meminta 182 rudal tambahan dan 20 peluncur. Prancis juga memesan 260 rudal dan 76 peluncur seharga US$ 69 juta. (Banyu)

Loading...

Terpopuler