Budaya / SeniPuisi

Ambisi Puan – Puisi Arif Tanjung Pradana

Puisi Arif Tanjung Pradana

Puan

Perempuan itu berlarian dengan kata-katanya sendiri; memanjang kepada mata mawar yang telah menua. Tubuhnya mengeras dan tersapu suara menggema yang entah dari siapa. Gerimis mengancam matanya yang berkaca-kaca dan terpercik tajam ke empat penjuru mata angin.

Tiba-tiba ia merasa asing dalam waktu yang hening; dengan derai di sekelilingnya.
Ambisi

Kematian mengawali cerita tentang ambisi, kehormatan, dan dendam yang tak pernah usai. Teka-teki kehidupan selalu berpaling kepada adab yang purba. Bercak darah menyayat pandangan yang perlahan memutih. Perhelatan perihal ambisi adalah keteduhan hati. Pertikaian akan kehormatan adalah kerusuhan jiwa. Dan, dendam yang tak pernah usai adalah tagihan-tagihan yang menumbuh-kembangkan perasaan.

Property: Woman in Gold, directed by Simon Curtis. Foto: Dok. favebeatle.com
Property: Woman in Gold, directed by Simon Curtis. Foto: Dok. favebeatle.com

Baca Juga:

Simak di sini: Puisi Indonesia

Arif Tunjung Pradana, lahir pada 16 Juli 1997 dan besar di tanah kelahirannya Wonogiri, Jawa Tengah. Mengenyam pendidikan di Universitas Sebelas Maret.

Baca Juga:  Banyak Jalan Menuju Roma

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resinsi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 183