Connect with us

Hankam

Alutsista TNI AU Bakal Diperkuat Dengan 3 Skadron Tempur IF-X

Published

on

Desain jet tempur multiperan masa depan hasil kerjasama Korea Selatan dengan Indonesia, KF-X/IF-X. (FOTO: Dok. Aviation)

Desain jet tempur multiperan masa depan hasil kerjasama Korea Selatan dengan Indonesia, KF-X/IF-X. (FOTO: Dok. Aviation)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Baru-baru ini, Senin (10/12/2018), kantor berita Angkasa Review mengabarkan bahwa kelompok pertama jet tempur generasi 4.5 akan memasuki masa dinas aktif untuk Angkatan Udara Kore Selatan (RoKAF) pada tahun 2026 mendatang.

Hal itu bisa menjadi kenyataan apabila proses pengembangan jet tempur multiperan buatan Korea Selatan dan Indonesia yakni KF-X/IF-X berjalan dengan lancar. Dimana nantinya TNI AU juga bakal mendapat IF-X.

Program Manager KF-X/IF-X PTDI Heri Yansyah sempat dimintai keterangan terkait jumlah yang akan dibeli oleh TNI AU pada sosialisasi hasil PDR (Preliminary Design Review) program jet tempur multiperan KF-X/IF-X yang diadakan PT Dirgantara Indonesia di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Kamis lalu.

“Berdasar MoU – nota kesepahaman – TNI AU akan mendapatkan sebanyak tiga skadron tempur. Seluruh pesawat IF-X nantinya akan di produksi oleh PTDI”, kata Heri Yansyah saat jumpa pers.

Citra komputer jet tempur experimental generasi 4.5 KF-X/IF-X produksi Indonesia-Korea Selatan. (FOTO: Dok. Chosun)

Citra komputer jet tempur experimental generasi 4.5 KF-X/IF-X produksi Indonesia-Korea Selatan. (FOTO: Dok. Chosun)

Disebutkan bahwa dalam satu skadron jet tempur IF-X akan berisi 16 pesawat, berarti total untuk tiga skuadron tempur adalah sebanyak 48 unit pesawat IF-X akan memperkuat sayap TNI Angkatan Udara.

Loading...

Berdasar informasi yang beredar, seperti dilansir Jakarta Grater, pabrikan Korea Aerospace Industries akan membangun sebanyak 120 unit jet tempur multiperan KF-X untuk RoKAF atau berkurang dari rencana sebelumnya yakni 130 unit. Jet tempur KF-X didapuk sebagai pengganti jet tempur usang milik RoKAF yakni armada jet tempur F-5E/F Tiger II dan F-4 Phantom II.

Baca Juga:  Polda Banten Rilis 8 Ciri-ciri Korban Tsunami Banten yang Belum Teridentifikasi

Sementara itu, dalam laman resmi TNI Angkatan Udara, disebutkan bahwa dalam Program Pembangunan Kekuatan (Probangkuat), TNI AU berencana menambah 3 skuadron tempur baru termasuk penambahan 2 skadron pesawat angkut, satu skuadron helikopter, serta 2 skuadron pesawat terbang tanpa awak (PTTA).

Selain adanya kebutuhan untuk mengisi 3 skuadron pesawat tempur baru tersebut, sekarang ini, TNI AU juga tengah mempertimbangkan untuk mencari pengganti armada jet tempur ringan multiperan keluarga Hawk 100/200 buatan BAE Systems, Inggris.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa armada jet tempur ringan Hawk 100/200 hingga saat ini masih menjadi andalan bagi Skadron Udara 1 di Pontianak dan Skadron Udara 12 di Pekanbaru.

Pada tahun 2026 nanti, seluruh armada jet tempur Hawk 100/200 ini akan memasuki masa dinas selama tiga dasawarsa. Tersiar kabar bahwa calon penerus yang kini ditimang-timang sebagai pengganti diantaranya adalah Saab Gripen buatan Swedia, F-16 Viper buatan AS dan FA-50 buatan Korea Selatan.

Beberapa sumber lainnya juga menyebutkan bahwa selain jet-jet tempur diatas, termasuk pula LCA Tejas buatan India, JF-17 Thunder buatan Pakistan serta Kowsar buatan Iran kini masuk dalam bursa pengganti armada Hawk 100/200. Dan tentunya peluang juga terbuka lebar untuk jet tempur multiperan IF-X bila pesawat tempur generasi 4.5 ini tersedia tepat pada waktunya.

Pewarta: M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler