Connect with us

Politik

Almisbat Nunukan Minta Fahri Hamzah Lihat Langsung Manfaat Infrastruktur di Perbatasan

Published

on

manfaat infrastruktur, almisbat, nunukan, almisbat nunukan, fahri hamzah, perbatasan, nusantaranews

Wakil Ketua Almisbat Nunukan, Achmad Triadi Minta Fahri Hamzah Lihat Langsung Manfaat Infrastruktur di Perbatasan. (Foto: Eddy Santri/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam twitter pribadinya yang mengatakan infrastruktur sebagai ajang gagah-gagahan mendapat respon dari berbagai pihak. Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat (ALMISBAT) Cabang Nunukan meminta agar Fahri dalam mengemukakan pendapat, seyogyanya tak hanya menggunakan data tapi juga melihat fakta.

“Mengkritisi itu baik, tapi jangan sampai menghujat dengan alasan mengkritik. Karena keduanya ada sekat tipis,” ujar Wakil Ketua Almisbat Nunukan, Achmad Triadi di Nunukan, Kaltara, Sabtu (13/4).

Sebagaimana diketahui, Fahri mencuit tentang isnfratruktur sebagai ajang untuk gagah-gagahan sambil meretweet pemberitaan salah satu media online rentang Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang hingga kini belum beroperasi. Dalam cuitan yang diunggah pada Jumat 12 April 2019 tersebut, Fahri menyebut triliunan duit telah dihabiskan untuk insfratruktur sedangkan BPJS mandek dan proses pendidikan kacau.

“Triliunan duit hanya untuk gagah-gagahan insfratruktur… pelayanan kesehatan kacau karena BPJS devisit. Pelayanan pendidikan kacau karena guru nggak diangkat…jadi, rakyat berkorban untuk kosmetik petahana yg gak jelas manfaatnya,” cuit Fahri melalui akun @fahrihamzah .

Terkait hal itu, Achmad Triadi meminta agar Fahri tak menggenalisir keterlambatan satu sisi untuk meniadakan sisi lainya. Menurut pria yang akrab dipanggil Adi tersebut, justru masyarakat di Kalimantan Utara terutama yang tinggal di wilayah Perbatasan RI-Malaysia, sangat merasakan dampak manfaat dari insfratruktur yang dibangun pemerintah.

Loading...

Adi mencontohkan, sebelumnya warga Kandungan, Nunukan apabila ingin pergi ke Kabupaten Malinau harus menempuh perjalanan tak kurang dari 12 jam karena kondisi jalan yang mengalami kerusakan. Bahkan apabila hujan turun, jalan yang merupakan satu-satunya akses transportasi darat antara Malinau-Nunukan tersebut tak bisa digunakan.

Baca Juga:  Cara Istri Rileks Saat Suami Berpikir Negatif

“Sekarang dengam dibangunnya trans Kalimantan, mau kemarau atau hujan sekalipun, masyarakat Nunukan yang ingin ke Malinau hanya butuh waktu tak lebih dari 6 jam. Apa itu gagah-gagahan?,” ucapnya.

Adi menilai, Fahri mempunyai anggapan seperti itu karena adanya dua kemungkinan. Pertama menurut Adi karena ketidak tahuan dan kedua karena ketidak sukaan kepada figur Joko Widodo. Seharusnya menurut Adi, sebagai seorang wakil rakyat, Fahri dapat memiliki sikap dan pemikiran yang obyektif.

‘Kalau memang dasarnya ketidak sukaan pada Jokowi, ya susah. Mau dijelasin kayak apapun, pasti disanggahnya keculai fakta di depan mata,” imbuhnya.

Untuk itu Adi menantang Fahri Hamzah agar melihat langsung kondisi Kalimantan Utara khsusnya di Perbatasan agar dapat menjadi refersnsi tersendiri dari pemikiranya sebelum berbuah pernyataan dan ungkapan pendapat.

“Kita akui Fahri memang pernah ke Nunukan tapi itu hanya sampai Mensalong dan bukan ke titik-titik Perbatasan. Sehingga beliau hanya melihat sekilas. Untuk itu agar belaiu paham bagaimana insfratruktur saat ini sangat berguna untuk masyarakat, sebaiknya Fahri datang langsung ke Kanduangan,Nunukan,” tegas Politisi Partai Hanura tersebut

Adi juga meminta kepada pihak-pihak yang saat ini meremehkan pembangunan sarana insfratruktur, agar mengkaji terlebih dahulu pendapatnya. Masyarakat di Lumbis Ogong dan Krayan seharunya menjadi referensi para tokoh nasional agar mengerti betapa pentingnya insfratruktur untuk masyarakat yang tinggal dipedalaman.

Masyarakat di Krayan sampai saat ini hanya mempunyai 1 akses transportasi yakni udara dan masyarakat di Lumbis Ogong juga hanya mempunyai 1 akses transportasi yakni sungai. Itu terjadi, ungkap Adi, karena sejak Indonesia Merdeka hingga hari ini, akses jalan darat belum terhubung. Sehingga menurut Adi, apabila ada anggapan bahwa insfratruktur itu hal yang mubazir, itu adalah ungkapan yang menyakiti rakyat Pedalaman.

Baca Juga:  Pimpin Apel Gartap, Mayjen Arif Rahman Perkuat Sinergitas TNI-Polri

“Pada saat Pemerintah ingin membangun dari pinggiran lewat Nawacita, lantas ada ungkapan Jokowi hanya memubazirkan anggaran untuk pencitraan dengan membangun insfratruktur, sungguh itu adalah ungkapan yang menyakiti mayarakat Pedalaman yang selama ini rindu akan adanya fasilitas transportasi sebagaimana yang dirasakan saudara-saudaranya di Kota,” pungkas Adi.

Pewarta: Eddy Santri
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler