ALMISBAT: Menteri “Nyapres” 2024 Lebih Baik Mundur

ALMISBAT: Menteri “Nyapres” 2024 Lebih Baik Mundur
ALMISBAT: Menteri “Nyapres” 2024 lebih baik mundur/Foto: Bendera Almisbat.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Belakangan ini ramai terdengar berita menteri-menteri yang masuk bursa kandidat Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024 oleh beberapa lembaga surveI. Seiring dengan itu muncul pro dan kontra di publik.

Sebagai relawan yang sudah menemani Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan menggalang dukungan di akar rumput dari hampir satu dekade lalu, Almisbat (Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat) sangat menyayangkan hal tersebut.

“Sebagai Relawan yang telah memani Presiden Jokowi dan menggalang dukungn di akar rumput, tentu kita menyayangkan hal tersebut,” ungkap Sekjend Almisbat, Piryadi Kartodihardjo, Rabu (17/11).

Memang tidak ada peraturan yang dilanggar para menteri tersebut jika mereka maju dalam Pilpres 2024 mendatang. Namun ia mengingatkan, bila para menteri menginginkan maju dalam Pilpres, hal ini akan memunculkan kerawanan yang serius.

“Para menteri yang maju dalam Pilpres 2024 mendatang sangat mungkin kehilangan fokus dalam melaksanakan kebijakan presiden. Lebih dari itu, dikawatirkan pula menteri-menteri tersebut terseret dalam politik praktis yang rawan conflict of interest,” imbuhnya.

Piryadi menyatakan, tidak tertutup kemungiinan jika antar menteri akan saling menjegal bila sama-sama berkemungkinan maju dalam Pilpres 2024. “Kinerja kabinet Jokowi akan terkena imbasnya,” tandasnya

Atas dasar ini, menurut Piryadi, ada baiknya bila menteri-menteri yang ingin maju dalam Pilpres 2024 mendatang segera mengundurkan diri. “Hal ini penting demi terciptanya kabinet yang progresif, solid dan jauh dari kepentingan politik praktis,” katanya.

Menurut Piryadi, mundurnya para menteri yang maju sebagai capres akan membuat visi Presiden Jokowi untuk Indonesia Maju, bisa terlaksana.

“Selain itu, pengunduran diri tersebut juga dirasa penting bagi menteri-menteri yang bersangkutan, agar dapat lebih fokus dalam pencalonannya,” pungkasnya. (ES)

Baca Juga:  Gagasan Prabowo Soal Gaji Briokrat, Yenny Wahid: Gus Dur Presiden Pertama yang Menaikkan Gaji