Connect with us

Kesehatan

Alasan Ibu Hamil Harus Jauhi Obat-Obatan Anti Serangga

Published

on

Obat anti serangga. Foto ilustrasi/IST
Obat anti serangga. Foto ilustrasi/IST

NUSANTARANEWS.CO – Saat memasuki masa kehamilan, alangkah baiknya para perempuan yang mengandung untuk mengetahui informasi penting ini. Informasi tersebut tak lain adalah agar para ibu hamil menghindari penggunaan obat-obatan anti serangga (nyamuk) dalam menjalani aktifitas sehari-hari.

Misalnya saat hendak tidur, atau kegiatan lain yang berhubungan dengan penggunaan obat-obatan yang mengandung pestisida. Ini penting, pengingat obat-obatan anti serangga mengandung banyak zat-zat berbahaya yang apabila terpapar pada ibu hamil bisa berakibat fatal.

Sebagi informasi pestisida umumnya digunakan di rumah untuk mengusir serangga, kutu, nyamuk, semut dan kecoa. Pestisida, termasuk insektisida yang mengandung bahan kimia yang digunakan untuk menyerang sistem saraf serangga. Meskipun kebanyakan pestisida dan insektisida tampak tidak berbahaya, namun tidak demikian bagi ibu hamil.

Banyak penelitian yang menunjukkan hubungan antara paparan pestisida pertanian dengan cacat lahir, komplikasi kehamilan, dan keguguran. Paparan bahan kimia lingkungan diduga berkontribusi mengakibatkan autisme pada anak yang nanti akan dilahirkan.

Wanita yang terpapar pestisida saat hamil berisiko besar melahirkan bayi dengan kelainan spektrum autisme, atau autism spectrum disorders (ASD). Karena itu, penggunaan obat anti serangga sangatlah tidak dianjurkan.

Karena di dalamnya memiliki zat kimia yang aktif, seperti yang terdapat dalam obat nyamuk. Bila bahan kimia tersebut terpapar pada ibu hamil bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan gangguan pada saraf janin. Bahkan, akibat paparan obat anti serangga, bisa memicu bayi menjadi prematur. (Red/Kes)

Terpopuler