Connect with us

Budaya / Seni

Aku Rohingya – Puisi Muhammad Alamsyah

Published

on

Wanita Tua Rohingya Berdoa. Foto: Dok. JustGiving

Puisi Muhammad Alamsyah

AKU ROHINGYA

Aung San Suun Kyi, Min Aung Hiyang , Ashin Wirathu, aku Rohingya
Mencari bijaksana di bawah payung hak asasi manusia
Menjahiti dada siapa sobek di pangkuan ibu terhantam
Memunguti air mata darah anak-anak bungkam

Derasnya hujan peluru menembus paru-paru
Sadisnya cakaran celurit membelah bahu
Perihnya tikaman pisau merobek dagu
Adalah kepasrahan di permainkan kesesatan tanpa keadilan prabu

Bukan kambing ternak digembala lalu disembelih sesuka nyawa
Bukan kalkun gurun dikandang kemudian dipanggang bara
Bukan sampah ditampung di lahan terbuka setelah itu ditimbun paksa
Bukan boneka mainan dicampakkan begitu saja

Aku Rohingya lahir dari rahim Hawa
Berjiwa karsa punya rasa cipta
Butuh hidup tanpa intimidasi genosida
Sama seperti mereka istimewahnya menguasai kota

Aku Rohingya
Roh yang menuntut surga di “tanah emas” penguasa

Makassar, 14 September 2017

Baca Juga:

Simak di sini: Puisi Indonesia

Muhammad Alamsyah, lahir di Maros, 17 September 1985. Aktif menulis puisi, cerpen dan esai. Aktif dalam kegiatan seni- budaya baik skala lokal maupun nasional. Lelaki yang akrab di sapa Alam, bergabung dalam beberapa sanggar seni dan bengkel teater serta sanggar lukis di Maros, Sulawesi Selatan. Karya-karya puisinya telah banyak terbit pada berbagai media cetak dan media online. Kecintaanya terhadap seni sastra tidak membuat bakatnya dalam seni lukis terlupakan. Giat cipta lukisan -lukisan eksperimental yang abstrak natural.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Baca Juga:  Jika Harus Hujan
Loading...

Terpopuler