Connect with us

Budaya / Seni

Aku Mencintaimu Dalam Diam, Lelaki Asingku

Published

on

Aku Mencintaimu Dalam Diam, Lelaki Asingku/The Secret Love Life of Ophelia. (FOTO: Ryan McGettigan)

Aku Mencintaimu Dalam Diam, Lelaki Asingku/The Secret Love Life of Ophelia. (FOTO: Ryan McGettigan)

Puisi Robiatul Adawiyah

Lelaki Asingku

Merunduk malu dalam sujudku
Aku menceritakan tentang cinta yang sangat tenang untukmu
Yang menjadi penantian
Tujuh bulan berlalu sejak kekaguman itu terlahir.

Dirimu semakin merambah ke belantara hati
Satu demi satu aku mengais kerinduan tentang mu
Bahasa cinta

Dalam istikharah aku memohon penjelasan dari sang Ilahi
Ya Allah yang Maha Kasih,
Segala kerinduan tentangnya kau tanamkan dalam hati
Hingga aku tak bis melupakannya.
Kenapa kau tawarkan asmara tentangnya padaku?
Ayat-ayat cinta bersenandung membangkitkan gairah dalam kesepian.

Ya Allah yang Maha Kasih,
Terbata-bata aku membaca huruf-huruf kerinduan itu
Ini kali pertama aku melapangkan dada atas butir-butir pengharapan
Keikhlasanpun membuka jendela hati ini yang telah dirundung kegalauan.

Ya Allah yang Maha Kasih,
Tunjukkan maksudmu untuk perasaan yang ada dihatiku
Mohon dengan sangat.

Sejuta harapan melambungkan emosi
Namun selalu meggetarkan tubuhku hingga aku terbangun dari kelelahan.

Lelaki asingku,
Hari-hariku telah menjadi penantian
Hari-hariku telah menjadi dirimu
Dalam setiap langkah dan nafasku
Cinta mengalun begitu lembut
Bersemi tak lepas dari kesuciannya.

Lelaki asingku,
Dirimu adalah kebisuan “Cinta dalam diam”
Dirimu adalah kesederhanaan hati
Hari-hariku telah menjadi dirimu
Dalam hajat kumaknai perasaan ini
Tak lepas dari istikharah cinta setiap malam.

Lelaki asingku,
Telah terulang berkali-kali
Dalam setiap waktu dan langkah
Dirimu tak pernah lepas
Sejak aku belum mengenal namamu
Hari-hariku telah menjadi dirimu.

Hari-hariku telah menjadi dirimu
Entah kapan aku menuai bahagia dari penantianku ini?

Jakarta, 15 Agustus 2016

Aku Mencintaimu Dalam Diam

Aku mencintaimu,
saat kau ungkapkan cinta
kubalas dengan cinta
dan kita berjalan bersama.

Aku mencintaimu,
menjelang pagi bermentari
di puncak gunung ikrar kita
dawai alam menyaksikan.

Aku mencintai mu,
dalam diamku,
diam-diam aku mengikuti hatimu,
dalam diamku, aku semangatkan rasa pada hati mu.

Aku mencintai mu,
sajak-sajak kita bersatu
menyulam malam hingga pagi
di puncak dinginnya malam
bahwa masa yang datang harus kita hadapi.

Aku mencintai mu.
Iya, dalam diam ku, aku mencintai mu.
Wahai lintang hati ku.

Jakarta, 05 Februari 2016

Robiatul Adawiyah, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jakarta Timur. Penyuki kopi tanpa gula, puisi dan prosa.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: redaksi@nusantaranews.co atau selendang14@gmail.com

Komentar

Advertisement

Terpopuler