Connect with us

Peristiwa

Aktivis Media Sosial: Tak Ada yang Bisa Mengklaim Diri Sebagai Pimpinan Warganet

Published

on

Sosial Media. Foto Ilustrasi/Kelascinta

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Aktivis Media Sosial Iramawati Oemar dikutip dari keterangan tertulisnya menjelaskan di dunia maya tak ada yang bisa mengklaim dirinya adalah pemimpin dari suatu kelompok warganet. Maka, kehidupan warga net (nettizen) tidak dibatasi teritori RT, RW, kelurahan, kecamatan, dll. Bahkan tidak juga ada batasan antar negara.

Berbeda dengan organisasi di dunia nyata, dunia maya tak membutuhkan alamat nyata, cukup alamat email yang tak butuh tanda tangan dan stempel. Cukup dengan verifikasi password dan captcha.

Donald Trump boleh saja mengancam semua negara yang melawan kehendak Amerika di PBB. Namun, nettizen dari berbagai penjuru dunia juga bisa ikut membully Trump lewat akun twitter resminya.

“Itu sebabnya cyberworld disebut juga borderless world,” tulisnya.

Dirinya menjelaskan, setidaknya ada dua keniscayaan di dunia saiber. Pertama: ketiadaan batas teritori. Kedua: ketiadaan pemimpin struktural karena setiap warga net adalah entitas bebas.

Maka sangat ironis jika belakangan ini negara dihebohkan penangkapan sejumlah orang yang disebut pemimpin kelompok MCA, Muslim Cyber Army. Hanya karena mereka yang ditangkap konon katanya adalah admin grup WA. WhatsApp adalah aplikasi layanan perpesanan (messenger) yang menyediakan fasilitas grup chating. Seorang pengguna WA bisa saja tergabung dalam puluhan bahkan ratusan grup.

Agak lucu sebenarnya, jika “admin” dikategorikan sebagai “pemimpin”. Dalam sebuah grup WA, admin bisa ada beberapa orang. Bahkan ada satu grup WA yang saya ikuti, semua membernya dijadikan admin dengan tujuan agar semua bisa memasukkan anggota baru, karena grup itu adalah grup alumni yang sedang mencari keberadaan teman-teman lama.

Itulah uniknya dunia maya, sebutan untuk pengelola sebuah grup adalah “admin”, artinya tugasnya hanya melakukan administrasi, pengelolaan grup saja. Bukan memimpin!

Baca Juga:  Di Hari Pers Nasional 2019, Jokowi Sebut Publik Lebih Percaya Media Arus Utama Dibandingkan Media Sosial

Di media sosial facebook, ada ribuan grup FB. Grup yang mencantumkan nama dan/atau logo MCA, jumlahnya bisa berpuluh-puluh. Adminnya tentu berbeda-beda, karena siapapun bisa menginisiasi sebuah grup dan memasukkan kawan-kawannya menjadi anggota grup. Bahkan ada grup yang membernya bisa bergabung tanpa harus menunggu verifikasi/approval dari admin.

Nah, jika baru 1 saja grup WA yang namanya mencantumkan 3 huruf M, C dan A yang adminnya ditangkap, apakah bisa disebut “pimpinan MCA telah tertangkap”?! Padahal bisa saja ada puluhan grup WA dengan embel-embel nama MCA, ada puluhan grup FB juga dengan nama dan logo MCA yang berbeda-beda. Dimana setiap grup bisa punya admin 2 orang bahkan lebih. Maka, siapakah yang paling layak disebut pemimpin dari para admin ini?!

Maka, lanjut Iramawati, memaksakan logika bahwa pemimpin MCA sudah ditangkap sejatinya adalah pengulangan cerita yang sama dengan kabar ditangkapnya gembong Saracen tahun lalu.

Editor: Romadhon

Loading...

Terpopuler