Connect with us

Terbaru

Aksi Serentak LMND: Ganyang Freeport Sebagai Simbol Neokolonialisme

Published

on

Ilustrasi Aksi LMND di Bima. Foto: Dok. LMND

NusantaraNews.co, Jakarta – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi nasional di 13 Provinsi dan 23 Kabupaten/kota untuk menyuarakan sipaknya terkait persoalan PT Freeport, Selasa (10/10/2017). Aksi LMND ini mengusung seruan “Ganyang Freeport Sebagai Simbol Neokolonialisme”.

Ketua Umum Pengurus Eksekutif Nasional LMND Indrayani Abd. Razak menyampaikan, aksi serentak ini secara Nasional merupakan sebuah tekanan politik lewat gerakan massa kepada perusahaan-perusahaan asing terkhusus PT.Freeport Indonesia.

“Freeport selama ini terus menerus melakukan manuver politik dengan mendikte pemerintah lewat kekuatan kompradornya. Dengan tujuan untuk memuluskan kepentingan akumulasi kapitalnya dalam menjarah kekayaan alam bumi Papua,” terang Indrayani dalam pernyataan tertulisnya, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Dia mengungkapkan, sejak 1967 Freeport mulai melakukan kegiatan eksplorasi penambangannya. Dan itu terus berlanjut sampai hari ini dengan berbagai kemudahan yang diberikan oleh republik.

“Selama 50 tahun freeport ada dibumi Indonesia sumbangsih apa yang telah diberikan buat republik dan masyarakat papua? Tidak lain hanya lubang besar bekas lahan pertambangan, kerusakan Ekologi, Kemiskinan, PHK Buruh, kematian dan hanya sedikit pajak yang diberikan kepada pemerintah,” tegasnya.

Ada banyak siasat yang dilakukan Freeport, kata dia, untuk tetap mempertahankan status quonya atas kekayaan alam di Papua.

“Berbagai macam manufer politik yang dilakukan freeport agar tetap mempertahankan status quo terhadap penguasaan bumi Papua mulai dari menyusun dan mempermainkan Regulasi, mengintervensi kekuatan politik dan Ekonomi, mengancam PHK, menggugat ke Arbitrase, tidak melakukan kewajibannya dalam membangun smelter, serta menolak divestasi 51% bahkan pemerintah yang mewakili negara dibuatnya tunduk dan patuh terhadapnya,” urainya.

Hal serupa juga ditegaskan oleh Sekjend Pengurus Eksekutif Nasional LMND Muh. Asrul. Karenanya, EN-LMND menginstruksikan secara Nasional kepada seluruh kader LMND untuk melaksanakan aksi serentak dengan seruan “Ganyang Freeport sebagai Simbol Neokolonialisme”.

Baca Juga:  Ketum LMND Sebut Pemerintahan Jokowi Anti Rakyat dan Demokrasi

Dari aksi ini LMND secara Nasional menyerukan sikap sebagai berikut:

1. Mendesak pemerintah agar tegas bersikap untuk mengakhiri struktur ekonomi kolonial freeport serta mendorong pembangunan smelter secepatnya untuk pengolahan dan pemurnian agar tidak lagi terjadi ekspor kosentrat
2. Pentingkan Kedaulatan Nasional dan akhiri perlakuan khusus kepada freeport dan perusahan-perusahan asing yang menjarah republik.
3. Prinsip pengelolaan kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia harus mengabdi pada demokrasi ekonomi sesuai dengan pasal 33 UUD 1945
4. Mendesak kementrian keuangan, BUMN dan ESDM agar lebih mementingkan kepentingan Nasional dan menghentikan manufer politik freeport.
5. Mendesak Jokowi – JK agar menjalankan Trisakti dan Nawacita secara konsekuen dalam segala sektor.
6.Jika freeport menolak tunduk pada kedaulatan pemerintah maka silahkan angkat kaki dari republik ini.

Pewarta/Editor: Ach. Sulaiman

Terpopuler