Connect with us

Politik

Aksi 299, Pengamat: Harusnya Mengkritisi Hoax, Radikalisme dan Terorisme

Published

on

(Ilustrasi) Massa Aksi Aliansi Pemuda Mahasiswa Indonesia tolak perppu ormas di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (21/8/2017). Foto Ucok Al Ayubbi/ NusantaraNews.co

NusantaraNews.co, Jakarta – Pengamat Politik dari Indo Survey & Strategy, Herman Dirgantara menanggapi Aksi 299 yang rencananya akan digelar hari ini, Jumat (29/9). Dirinya menilai, dua isu yang diangkat dalam Aksi 299 tersebut dianggap tidak relevan dengan upaya merevitalisasi nilai-nilai Pancasila.

“Pertama, isu PKI, objeknya kabur. Kedua, soal perppu ormas, argumentasinya lemah dan terkesan reaktif. Saya menganggap, dua tuntutan dalam Aksi 299 itu tidak relevan dalam semangat kita untuk merevitalisasi Pancasila,” tukas Herman.

Herman menambahkan, objek yang dijadikan tuntutan Aksi 299 tersebut seharusnya lebih relevan dengan kondisi riil kekinian masyarakat.

“Seharusnya tuntutan Aksi 299 mengkritisi soal riil masyarakat yakni ancaman hoaks, radikalisme, dan terorisme. Termasuk bagaimana menyerukan semangat persatuan di tengah ancaman perpecahan dari segala sisi,” ujar Herman.

Diwartakan sebelumnya, Presidium Alumni 212 akan menggelar aksi pada Jumat ini (29/9/2017). Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma’arif menjelaskan, aksi tersebut digelar dalam rangka mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat.

Selain itu, aksi tersebut juga meminta DPR menolak dan melawan kebangkitan PKI yang indikasinya semakin menguat dalam beberapa waktu terakhir.

Diperkirakan 50.000 orang disebut akan turun ke jalan setelah shalat Jumat dilaksanakan. Massa tersebut kemudian akan merapat ke gedung DPR/MPR RI.

Pewarta/Editor: Ach. Sulaiman

Loading...

Terpopuler