Peristiwa

Aksi 287, Orator Bacakan 5 Resolusi Ini

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Aksi 287, Orator Bacakan 5 Resolusi Ini. Ratusan massa yang diperkirakan mencapai ribuan enggelar aksi 287 massa yang dimotori oleh Presidium Alumni aksi 212. Kegiatan yang dilakukan itu sebagai bentuk protes atas Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu) No 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Wakil Ketua Presidium Alumni 212 Hasri Harahap membacakan resolusi dari aksi 287, dalam orasinya di depan Patung Kuda Silang Monas Barat Daya. Dalam keterangannya Hasri mengatakan jika Presiden Joko Widodo tidak simpati pada umat islam yang mengkritisi pemerintahannya.

“Pembubaran ormas itu tidak lewat pengadilan bila hal ini dibiarkan, bila perlu ini disetujui dan dibenarkan oleh MK, pilar demokrasi hak asasi manusia yang dijamin di UUD 1945 langsung runtuh,” ujar Hasri di lokasi, Jumat (28/7/2017).

Adapun resolusi yang dibacakan terdiri dari lima poin. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kepada seluruh umat Islam Indonesia, terlepas dari mazhab maupun partai yang diyakininya hakikatnya kita satu tubuh, Baginda Rasulullah bersabda, perumpamaan mukmin satu tubuh. HTI adalah bagian integral dari umat Islam, HTI jadi korban pertama, dan kemungkinan besar akan ada korban lainnya. Mereka tidak sadar, mereka tidak sadar, karena mereka pada akhirnya akan menjadi target selanjutnya.

Baca Juga:  Mengganggu Pembelajaran, Bangunan Sekolah di Kabupaten Malang Rusak Parah

2. DPR RI berpikir lah ke depan jangan sampai kepentingan jangka pendek mempengaruhi jangka panjang. Jadilah lembaga yang sesungguhnya, jangan jadi tugas stempel dengan imbalan imbalan keduniaan.

3. Kepada MK, pertimbangkan lah dengan benar benar usaha judicial review dengan Perppu yang kontroversi itu. MK adalah benteng terakhir, apalagi keputusan MK bersifat final, mohon pertimbangkan, dan tidak langsung munculnya Perppu nomor 2/2017.

4. MUI diharapkan memberikan pendapat yang murni dari sisi agama, sehingga pendapat MUI menjadi berbobot, jangan membuka pintu masyarakat jadi rezim.

5. Kepada bapak presiden kami ingatkan bahwa kekuasaan politik di 2014 hanyalah titipan dari Allah, Allah berkenan atau memperpanjang, di dunia ini, tetapi juga berkenan kami harapkan dari presidium 212, khusus yang kami hormati, bapak presiden berkenan mencabutnya, berkenan mencabutnya, sesuai dengan kehendak Allah, tunaikan amanat kekuasaan rakyat secara hati-hati.

Peserta aksi 287 itu melakukan longmarch dari Masjid Istiqlal ke Istana Negara dan juga menyambangi Mahkamah Konstitusi untuk menyampaikan uji materi atas Perppu tersebut.

Baca Juga:  Seorang Warga Blang Mee Hilang

Pewarta: Ricard Andika
Editor: Ach. Sulaiman

Related Posts

1 of 643