Politik

Akronim-Akronim Anton Charliyan Bawa Nuansa Politik Baru di Pilkada Jabar

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mencermati debat kandidat cagub-cawagub Jawa Barat yang berlangsung pada 12 Maret 2018 di Gedung Sabuga, Kota Bandung, sesungguhnya menyajikan nuansa berbeda. Bagaimana tidak? Debat yang dipandu oleh Rosiana Silalahi itu, menyuguhkan akronim-akronim tak lazim dari cawagub nomor urut dua Anton Charliyan.

Anton berhasil mencuri perhatian publik, bukan karena kepandaiannya dalam memainkan retorika, melainkan keluguan bahasa yang ia gunakan. Dengan gaya bicaranya yang polos, praksis malam itu, Anton seolah mengingatkan sosok Kabayan, tokoh imajinatif dari budaya Sunda.

Ini menyusul istilah-istilah nyeleneh serta akronim-akronim yang kerap terlontar dari Anton saat berlangsungnya debat.  Misalnya ketika Anton melontarkan kata “kadarkum” yang merupakan singkatan dari “kadang sadar kadang kumat” sukses mengundang tawa audiens yang hadir.

Istilah jenaka lain yang berhasil membuat penonton tertawa adalah saat ia memaparkan salah satu program unggulan yakni molotot.com. Bagi yang tak mengerti maksud dari program ini mengira, pasangan Hasanah sedang main-main dan berlelucon.

Baca Juga:  Dukungan Tokoh NU Daerah Mengalir Jelang Pemilu 2024, PPP Target Tambah Suara di Jatim

Baca Juga:
Peta Pilgub Jabar Terbagi Dua Poros Kekuatan

“Kami punya program molotot.com untuk membangun clean government,” kata Anton, (12/3/2018).

Dirinya menjelaskan molotot.com tak lain adalah website yang nantinya akan menjadi instrumen pengawasan kinerja ASN dan pejabat negara di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Kalau mengawasi biasa, masyarakat ini suka ‘kadarkum’, kadang sadar kadang kumat. Tapi dengan molotot.com kita dan masyarakat bisa mengawasi SKPD,” ungkapnya.

Terlepas dinilai layaknya orang yang sedang melakukan stand up comedy, namun justru lewat akronim-akronimnya yang tak lazim itu, Anton Charliyan tampaknya tengah membawa nuansa politik baru di Pilkada Jabar.

Editor: Romadhon

Related Posts

1 of 9