Connect with us

Hukum

Airlangga Hartarto: Saya Doakan Mantan Ketum Golkar dan Terimakasih

Published

on

Ketua Umum definitif Partai Golkar, Airlangga Hartarto mendoakan Setya Novanto. Foto: Metro

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Nama Airlangga Hartarto serentak menjadi sebutan media nasional setelah rapat pleno DPP Golkar menunjuk dirinya sebagai ketua umum Golkar menggeser posisi Setya Novanto yang kini tengah berurusan dengan hukum.

Hasil rapat pleno tersebut memutuskan Menteri Perindustrian (Menperin) resmi memimpin Golkar sebagai ketum definitif di tengah ketidakpastian status Setya Novanto di KPK dan pengadilan.

Nantinya, hasil keputusan pleno internal ini akan dibawa ke Rapimnas pada 18 Desember mendatang dan Munaslub sehari setelahnya, yakni 19-20 Desember 2017. Agendanya jelas, pengukuhan Airlangga sebagai ketum baru Golkar.

Dengan kata lain, Setya Novanto dipastikan akan lebih lama mendekam di balik jeruji besi akibat terseret kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Airlangga secara khusus mendoakan mantan ketum Setya Novanto atas persoalan hukum yang tengah dihadapi. Menperin berharap, proses hukum Setya Novanto membuakan hasil terbaik.

Loading...

“Secara khusus menyampaikan kepada mantan ketua umum Golkar bapak Setya Novanto, kami semua mendoakan agar beliau diberi kekuatan dan juga mendapatkan apa yang terbaik,” ujar Airlangga di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (13/12)malam.

Sebagai ketua umum yang baru, dirinya berterima kasih kepada Setya Novanto atas pengabdiannya kepada partai Golkar.

Selain itu, Airlangga juga berjanji akan memberikan bantuan kepada Setya Novanto yang saat ini tengah meringkuk di meja hijau.

“Kami dari partai tentu akan memberikan bantuan yang diperlukan bapak Setya Novanto beserta keluarga,” pungkasnya.

Sebagai informasi Setya Novanto telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Ia disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Republik Inonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1‎ KUHP‎.

Baca Juga:  Dikukuhkan Kembali Jadi Pimpinan Golkar, Setya Novanto Justru 'Menghilang'

Reporter: Syaefuddin Al Ayubbi
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler