Connect with us

Ekonomi

Agenda Pemprov Kaltara 2020, Tingkatkan Daya Saing dengan 112 Program

Published

on

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memberikan paparan pada Musrenbang RKPD Tahun 2020 Provinsi Kaltara. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO)

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memberikan paparan pada Musrenbang RKPD Tahun 2020 Provinsi Kaltara. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Tanjung Selor – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie mengampaikan pada 2020, Pemprov Kaltara dengan tema “Pembangunan memantapkan Kaltara sebagai wilayah perbatasan berdaya saing” akan digelar bersama 112 program kegiatan yang tediri dari 66 program urusan wajib, 23 program urusan pilihan, dan 23 pogram urusan penunjang.

Tahun depan, lanjutnya, Pemprov Kaltara juga menetapkan target terhadap 5 indikator yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Provinsi Kaltara 2016-2021. Yakni indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang ditarget mencapai 70,85 persen.

“Lalu, pertumbuhan ekonomi yang ditarget mencapai 8,04 persen,” kata Irianto dalam keterangan resmi yang diterima nusantaranews.co, Rabu (3/4/2019).

Selanjutnya, papar dia, tingkat kemiskinan ditarget 5,84 persen; Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang ditaksir mencapai 4,44%; dan indeks gini rasio yang ditarget mencapai 0,29 %. “Sedangkan untuk fokus prioritas pembangunan Pemprov Kaltara hingga 2021, yakni fokus pada 11 kegiatan prioritas Pemprov Kaltara,” jelas Gubernur.

Lebih jauh, disebutkannya, bahwa tahun depan arah kebijakan Pemprov Kaltara tetap diharmonisasikan dengan kebijakan pemerintah pusat. Di mana, tema pembangunan nasional 2020, adalah peningkatan sumber daya manusia untuk pertumbuhan berkualitas.

Irianto menambahkan, prioritas pembangunannya, ada 5 item. Yakni, pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan; penguatan konektivitas dan pemerataan; peningkatan nilai tambah ekonomi dan kesempatan kerja; pemantapan ketahanan pangan, air, energi dan pelestarian lingkungan hidup; dan stabilitasi pertahanan dan keamanan.

“Bagi Kaltara sendiri, tahun depan merupakan tahun kelima dari RPJPM (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah) Provinsi Kaltara. Di 2020, pemantapan daya saing menjadi tema kita,” ungkapnya.

Loading...

Berdasarkan penelitian Asia Competitiveness Institute (ACI), kemampuan daya saing Kaltara pada 2017 berada di posisi ke-21 dari 34 provinsi. Adapun yang menjadi kekuatan daya saing Kaltara, adalah produktivitas dan kepemerintahan.

“Kelemahan kita adalah pelayanan publik dan infrastruktur. Untuk itu, saya merekomendasikan agar dilakukan peningkatan pembangunan dan kualitas infrastruktur fisik dan penambahan tenaga kerja serta fasilitas kesehatan,” ulas Gubernur.

Sementara itu, sekaitan dengan prioritas nasional pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan, arah kebijakan yang diambil Pemprov Kaltara, salah satunya percepatan penanggulangan kemiskinan dan kemandirian penyandang masalah kesejahteraan sosial.

“Kaltara juga sangat pro terhadap pengembangan pendidik dan pengarusutamaan gender dalam pembangunan,” papar Irianto.

Untuk prioritas peningkatan nilai tambah ekonomi dan kesempatan kerja, Pemprov Kaltara memiliki arah kebijakan untuk melakukan pembangunan ekonomi berkelanjutan; peningkatan kesempatan kerja dan kualitas tenaga kerja; pengembangan UKM dan koperasi, serta peningkatan daya tarik investasi.

“Selain itu, Pemprov Kaltara juga akan melakukan reformasi birokrasi dan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, peningkatan sistem pelayanan yang prima, penerapan perencanaan dan penganggaran pembangunan yang terpadu, dan percepatan pembangunan desa secara terpadu,” beber Gubernur. (mys/nn)

Editor: Achmad S.

Terpopuler