Connect with us

Opini

AGENDA CINA KOMUNIS DI BALIK SERANGAN VIRUSCINA-19

Published

on

Agenda Cina di balik serangan Viruscina-19

Agenda Cina komunis di balik serangan Viruscina-19. Ilustrasi: Docsity

Agenda Cina Komunis di Balik Serangan Viruscina-19

Artikel ini berjudul Agenda Cina Komunis Di Balik COVID-19 atau istilah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump “VIRUSCINA-19”. Tidak menelaah Ilmu Virus melainkan menelaah dampak dan tujuan Cina Komunis “meracik” “VIRUSCINA-19”.
Oleh: M.D. La Ode

Sebagaimana dirasakan bersama manusia bahwa dampak fenomena sosial VIRUSCINA-19 telah membunuh, mencemaskan, melumpuhkan ekonomi global, memutus kontak sosial budaya global, dan meneror manusia di 200 negara di Dunia. Hingga tanggal 30 April 2020 menurut Worldometer,“ telah menginfeksi 3.232.063 orang, membunuh 228.505 orang, dan 1.007.866 orang sembuh”. Di Indonesia menurut Achmad Yurianto “positif 10.118 orang, sembuh 1.522 orang, meninggal 792 orang”.

Penularannya sangat cepat menyebar keseluruh sudut Bumi. Pertanyaan umum apakah VIRUSCINA-19 ini ada secara alamiah? Apakah VIRUSCINA-19 ada dan menular atas artifisial manusia dari negara tertentu? Pertanyaan khusus: jika VIRUSCINA-19 artifisial, pelakunya negara apa? Apa tujuannya? Untuk mendapatkan deskriptif jawaban semua pertanyaan tersebut mari kita ikuti telahannya berikut ini.

1. VIRUSCINA-19 Adalah Artificial Virus

Prof. Dr. Tasuku Honjo dari Universitas Kyoto Jepang, peraih hadiah Nobel 2018 bidang Fisiologi Kedokteran. Ia menyatakan bahwa “Virus Corona tidak alami” karena itu ia yakin Virus Corona dibuat Cina Komunis”. Ia pernah bekerja 4 tahun di Laboratorium Wuhan (Wuhan National Biosafety Laboratory). Ilmuwan Russia Prof. Petr Chumakov ahli mikrobiologi Russia “memastikan bahwa VIRUSCINA-19 dibuat di WNBL”. VIRUSCINA-19 hasil “racikan gila” Ilmuwan Cina. Ia menyebut gila karena Ilmuawan Cina itu memasukkan genom. Karena itulah maka membuat virus ini menjadi ganas sehingga virus ini memiliki kemampuan menginveksi sel manusia” yang berakhir dengan kematian manusia.

Baca Juga:  Perusahaan Jerman Uji Coba 6 Mobil Listrik pada 2018 Mendatang

Pernyataan kedua Ilmuwan Jepang dan Rusia itu sesuai dengan teori “mutasi virus”. Nathan Grubaugh dari Yale School of Public Heath, AS mengatakan bahwa “mutasi pada virus terjadi karena virus memang memperbanyak diri. Saat berkembang biak mereka akan membuat replika diri. Namun kerapkali melakukan kesalahan sendiri yang menghasilkan perubahan material genetik antara virus baru dengan induknya”. Merujuk teori “mutasi virus” (bedakan arti mutasi jabatan) ada hubungannya dengan  “racikan gila” Ilmuwan Cina di WNBL” menurut Prof. Chumakov. Hubungan  “mutasi virus” dengan genom menjadi satu jenis virus baru bernama VIRUSCINA-19, ini adalah artificial virus (virus buatan). Di sinilah kekuatan teoretis pernyataan Ilmuwan Jepang dan Russia, bahwa VIRUSCINA-19 tidak terjadi secara alamiah, melainkan buatan Iluwan Cina di WNBL.

Jika pernyataan kedua Ilmuwan Jepang Prof. Honjo, Prof. Chumakov, dan teori “mutasi virus” dari Grubaugh valid, maka semua negara yang terserang keganasan VIRUSCINA-19, tidak memerlukan informasi tambahan guna mempercayai VIRUSCINA-19 artificial virus Ilmuwan Cina Komunis di WNBL.

2. Bagaimana Metode Penyebarannya?

Metode Cina Komunis menyebarkan VIRUSCINA-19 menyerang global sangat jitu diduga membuat alibi, dengan kasus korban VIRUSCINA-19 kepada rakyatnya sendiri dahulu di Wuhan tempat VIRUSCINA-19 dibuat. Teknik pertama, sekelompok ahli VIRUSCINA-19 anggota tim “top secret” dari WNBL, dalam kondisi kesehatan imun dari VIRUSCINA-19 ditugasi menularkan VIRUSCINA-19 kepada warga di Wuhan dalam misi “top secret” penguat alibi. Teknik penyebaran VIRUSCINA-19 kontak fisik dan jarak tatapan mata kurang satu meter. Teknik kedua, mengikuti keberhasilan teknik pertama, para agen Ministry of State Security (MSS) penyebar VIRUSCINA-19 ke seluruh dunia melalui pesawat terbang ke berbagai tujuan di negara negara di Dunia plus berbagai jenis transportasi umum lainnya.  Teknik ketiga, semua orang yang kontak fisik dan kontak mata dengan semua ahli dan agen agen MSS itu, saling berinteraksi dengan individu dan kelompok di lingkungan mereka masing masing. Praktis kurang dari 14 hari kemudian korban VIRUSCINA-19 mulai teridentifikasi menginfeksi orang  hingga meninggal.

Baca Juga:  Demo 4 November "Bela Islam" Dijaga Polisi Berjilbab Cantik

 3. BWMD dan Tujuan Cina Komunis

Telaahan teoretis dan metodik di atas, diperoleh pengetahuan bahwa artificial virus bernama VIRUSCINA-19 memungkinkan bahagian Biological Weapons of Mass Destruction (BWMD) Cina Komunis sudah terbukti dapat menyerang manusia hingga mati. Tujuan Cina Komunis menyerang menggunakan  BWMD untuk melumpuhkan kekuatan ekonomi dan sosial budaya global serta meneror semua manusia global. Terutama negara negara pesaingnya seperti Amerika Seriakt, Inggris, Perancis, Russia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Iran, India, Arab Saudi dan lain seterusnya. Strategi itu dilakukan Cina Komunis agar tidak diketahui oleh negara negara saingannya.  Jadi persis paham Sun Tzu “menang perang tanpa perang”.  Di samping itu Cina Komunis mau bisnis faksin VIRUSCINA-19 bagi 7.779.644.000 jiwa penduduk Dunia 2020.

Bagi Cina Komunis untuk membangun BWMD itu biayanya bagai uang receh. Tahun 2020 lima negara pemilik cadangan devisa terbesar yakni: a) Cina Komunis Rp. 43 kuadriliun; b) Jepang Rp 17,7 kuadriliun; c) Swiss Rp 11,3 kuadriliun; d) Arab Saudi Rp 7.066 triliun; e) Rusia Rp 6.502 triliun. Adapun faktor penguat tujuan Cina Komunis itu adalah politik etnisitas yang disebut Samuel P. Huntington dalam bukunya The Class of Civilizations yakni antara Barat dengan Kristennya—Timur Tengah dengan Islamnya—Cina dengan Kong Hu Cu-nya. Mengikuti teori Huntington itu, motivasi serangan global dengan BWMD dilatari ambisi supremasi politik etnisitas Cina Komunis terhadap Barat dan Timur Tengah.

4. Membangun Imperium Cina Komunis dan Vaksin Sudah Ditemukan

Mengutip informasi mantan perwira Intelijen Militer Israel, Dany Shoham yang pernah berdinas di Cina Komunis, di Wuhan ada WNBL. Karenanya  bisa diyakini BWMD untuk membuatnya, Cina Komunis menggunakan tim ahli virus dengan kode “top secret”. Serangan VIRUSCIVA-19 ini mengawali pembangunan Imperium Cina Komunis untuk menggantikan sistem bernegara dominasi sistem Barat sejak era kolonial hingga saat ini pada Amerika Serikat. Kini persaingan politik etnisitas Anglosaxon, Barat, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Russia dan lainnya  menggunakan sistem bernegara dari Barat yaitu Liberal, Democracy, Socialism, Communism, dan Capitalism. Cina Komunis di era Xi Jinping keluar dari ideologi pendahulunya Mao Tse Tung, Deng Xiaoping, Hu Jintao.  Xi Jinping mengukuhkan sistem negara baru yang disebutnya modern soscialism: two ideology one state. Artinya sistem politik socialist-communism sedangkan sistem ekonominya adalah  “liberal-capitalism”. Kedua sisten negara Barat dan modern socialism sedang bersaing ketat. Pertarungan dua sistem negara baru Cina Komunis modern socialism dengan liberal capitalism tampaknya berada di dua chanel harmonized and conflict.

5. PBB dan Internasional Agar Bertindak

Baca Juga:  'Terorisme' Bukan Bahasa Indonesia

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Internasional agar segera bertindak kepada Cina Komunis. Fokusnya  pertama, kelumpuhan ekonomi global akibat serangan BWMD Cina Komunis; kedua, laju koraban manusia terinfeksi VIRUSCIVA-19 berjumlah 3.232.063 orang dapat ditekan; ketiga, melakukan inspeksi WNBL; keempat, memastikan Cina Komunis dengan serangan VIRUSCIVA-19 tergolong terorisme atau belum? Kelima, membawa Cina Komunis ke Pengadilan Internasional dengan tuduhan kejahatan perang menggunakan BWMD; keenam, Cina Komunis agar dihukum melakukan kejahatan kemanusiaan dan dihukum mengganti seluruh kerugian 200 negara terdampak serangan VIRUSCIVA-19.

Bogor, tanggal 1 Mei 2020

Penulis: M.D. La Ode Penulis adalah Sekjen DPP FBN RI dan Ahli Politik Etnisitas

Loading...

Terpopuler