Connect with us

Hukum

Investigasi Center for Budget Analysis: Ada Permainan dalam Proyek Pengadaan Kapal Sewa Pertamina

Published

on

Proyek Kapal Tanker PT Pertamina. (FOTO: Istimewa)

Proyek Kapal Tanker PT Pertamina. (FOTO: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ada Permainan dalam Proyek Pengadaan Kapal Sewa Pertamina. Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman mengungkapkan baru-baru ini publik mendengar kabar buruk dari perusahaan milik negara soal kapal pengangkut minyak yang disewa PT Pertamina bocor berlokasi di Parpare Sulawesi Selatan.

“Perlu dicatat, satu kasus ini hanyalah contoh kecil yang kebetulan muncul ke permukaan sampai akhirnya diketahui publik,” kata Jajang dikutip dari keterangannya, Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Selain masalah yang terjadi di Parepare, kata Jajang, masih banyak persoalan lainnya di tubuh Pertamina yang wajib diketahui bersama.

“Center for Budget Analysis (CBA) akan menyampaikan beberapa persoalan yang terjadi di tubuh Pertamina khusus terkait jasa penyewaan kapal,” ujar Jajang.

Pertama, dalam pengadaan kapal sewa, hanya dalam kurun waktu 2015 sampai semester 1 2017 ada 53 kasus yang berindikasi merugikan keuangan negara dalam proyek kapal sewa. Kasus-kasusnya berupa fraud, pencurian kargo, modifikasi tanki/pipa, serta tindakan lainnya yang bisa merugikan keuangan negara .

Bahkan khusus untuk kasus fraud dalam proyek kapal sewa Pertamina sedikitnya ditemukan 19 perusahaan yang diduga kuat bermain. Adapun tindakan fraud yang dilakukan 19 perusahaan ini jika ditotal sebanyak 39 kali.

Berikut daftarnya.

Loading...

PT. Adnyana, kapal (Andhika Arsanti)

PT. Agniputra Jayakusuma, kapal (Melissa I, Wijaya Kusuma 2, Wijaya Kusuma 3)

PT. Arcadia Shipping, kapal (Gas Artemis)

PT. Ardila Segara Intan Lines, kapal Lamiwuri 01

PT. Armada Bumi Pratiwi Lines, kapal Fortune Glory XLI

PT. Bumi International Tanker, kapal Jayne I
PT. Caraka Tirta Pratama,kapal Nirbaya, Nirbita)

PT. Dimensi Surya Bahari, kapal (Falcon Star)

PT. Gebari Medan Segara, kapal Sabrina

PT. Kapuas Armada Nusantara, kapal (As Marine Dua, As Marine Empat, As Marine Tiga)

PT. Layar Sentosa Shipping, kapal Layar Samudera

PT. Mitsi Citra Mandir, kapal SPOB Lucinda

PT. Multi Jaya Samudera, kapal Sentana IV

PT. Arcadia Shipping , kapal Gas Artemis

PT. Ardila Segara Intan Lines, kapal Lamiwuri 01

PT. Armada Bumi Pratiwi Lines, kapal Fortune Glory XLI

PT. Bumi International Tanker, kapal Jayne I

PT. Caraka Tirta Pratama, kapal (Nirbaya, Nirbita)

PT. Dimensi Surya Bahari, kapal Falcon Star

PT. Gebari Medan Segara, kapal Sabrina

PT. Kapuas Armada Nusantara, kapal (As Marine Dua, As Marine Empat, As Marine Tiga)

PT. Layar Sentosa Shipping, kapal Layar Samudera

PT. Mitsi Citra Mandir, kapal SPOB Lucinda

PT. Multi Jaya Samudera, kapal Sentana IV

PT. Nusantara Bright International, kapal (Java Palm, Kalimantan Palm)

PT. Odyssey Shipping Lines, kapal (Seagull 202, Seagull 351)

PT. Pertamina Trans Kontinental, kapal (PATRA 2302/PATRA 1202, PATRA 2303/PATRA 1203)

PT. Sumber Kencana Patria, kapal Olyvia T

PT. Sumber Rejeki B.P,kapal ( Berkat Anugerah 03, Mitra Kemakmuran)

PT. Waruna Nusa Sentana, kapal (Green Stars, Harmony Seven, Maiden East, Maiden Energy, Martha Option, Martha Progress, Medelin Expo, Saamis Adventurer, BB003 (Bunker Transportir), Ocean Brave 23536).

Menurut CBA, dugaan permainan proyek pengadaan kapal sewa bukan hanya melibatkan kelompok pengusaha penyedia proyek, tetapi melibatkan oknum pejabat Pertamina.

“Hal ini terlihat, meskipun beberapa perusahaan sudah ketahuan melakukan tindakan fraud lebih dari satu kali, namun pihak pertamina terkesan sengaja membiarkan,” ungkapnya.

“Contohnya, Sanksi yang diberikan Pertamina kepada penyedia jasa kapal Jayne 1 dan Layar Samudera hanya berupa penerapan sanksi merah, alias ringan. Seharusnya yang diberikan berupa sanksi hitam di mana penyedia jasa akan dilarang mengikuti pengadaan barang/jasa untuk selamanya,” sambungnya.

Atas catatan di atas, CBA berharap pihak berwenang khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan perhatian serius kepada Pertamina, khusunya terkait proyek-proyek pengadaan kapal sewa.

(eda/wbn)

Editor: Eriec Dieda

Terpopuler