Connect with us

Hankam

Ada Apa Dengan Konsepsi Ketahanan Nasional Kita?

Published

on

Pakar Geopolitik Hendrajid (Foto Dok. Nusantaranews) 1

Pakar Geopolitik Hendrajid (Foto Dok. Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pakar Geopolitik Hendrajid mengaku prihatin dengan konsepsi ketahan nasional dan wawasan Nusantara pasca reformasi. Dirinya mengaku tak habis pikir, mengenai ketahanan nasional di tataran skema, strategi dan bangun rancang tidak nyambung.

“Yang menjadi keprihatinan saya pasca reformasi terkait wawasan Nusantara dan ketahanan nasional dalam tataran skema. Sejak reformasi tidak nyambung antara skema, strategi, rancang bangun sistem yang akhirnya menjadi undang undang,” kata Hendrajid, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, (17/7/2018).

Dirinya menambahkan, antara taktik dan teknis operasional serta modus operandi pasca reformasi disebutnya tidak nyambung. “Nah, ada persoalan apa dikonsepsi ketahanan nasional kita?” ungkapnya.

Hendrajid menjelaskan, bahwa ada fenomena menarik yang luput dari banyak perhatian ketika debat capres antara Jokowi dan Prabowo Subianto pada tahun 2014 silam. Menurut dia, terdapat salah satu topik yang awalnya itu ketahanan nasional dan politik luar negeri dirubah menjadi pertahanan dan politik luar negeri.

Baca Juga:
Melihat Skema Ketahanan Energi Nasional
Jokowi Didesak Batalkan Permen ESDM No. 23/2018 Karena Mengancam Ketahanan Energi Nasional
Sesat Pikir Ketahanan Pangan Nasional

“Awalnya ada topik ketahanan dan politik luar negeri, tapi menjelang hari H, yang memimpin perdebatan itu kan mas Hikmahanto (Hikmahanto Juwana), tapi yang memimpin justru tidak memprotes. Kan awalnya ketahanan nasional dan politik luar negeri, kenapa jadi pertahanan dan politik luar negeri?” kata dia.

“Kalau saya yang memimpin akan Tanya begitu. Ada apa ya? Apa sekedar ini pendangkalan bawah sadar, meremehkan akan pentingnya ketahanan nasional atau ini by design? Karena memang menghindari konsepsi itu?” sambungnya Hendrajid.

Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) itu berkesimpulan bahwa alasan mengapa Ketahanan dirubah menjadi Pertahanan karena untuk menghindari konsepsi yang sebenarnya. Bukan untuk meremehkan. “Karena dari situlah sebetulnya, hajatan nasional melalui para capres akan tekuak. Komitmen nasional pimpinan, baik Prabowo maupun Jokowi akan terungkap,” terangnya.

Baca Juga:  3 Anggota DPRD Sumenep Resmi Dilantik

Editor: Romadhon

Loading...

Terpopuler