Connect with us

Berita Utama

Aceh Tamiang Memperingati Hari Down Syndrome Sedunia di SLBNP

Published

on

Aceh Tamiang Memperingati Hari Down Syndrome Sedunia di SLBNP

Aceh Tamiang Memperingati Hari Down Syndrome Sedunia di SLBNP/Foto bersama Ketua DPRK Kab. Aceh Tamiang, Plt Sekda Kab. Aceh Tamiang, Ka Cabdin Provi. Aceh, Ka SLB NP Aceh Tamiang, Perwakilan Dandim Aceh Tamiang, Perwakilan Polres Aceh tamiang, perwakilan Disparpora Kab. Aceh Tamiang, Perwakilan Disdik Kab. acehTamiang, Ketua SOIna Aceh Tamiang, Perwakilan NPCI Aceh Tamiang dan para undangan.

NUSANTARANEWS.CO. Aceh Tamiang Aceh Tamiang memperingati Hari Down Syndrome Sedunia di SLBNP. Peringatan Hari Down Syndrome sedunia yang jatuh setiap tanggal 21 Maret, karena pertimbangan sesuatu dan lain hal baru terlaksana pada hari Selasa tanggal 23 Maret 2021, bertempat di lapangan olahraga SBL Negeri Pembina Aceh Tamiang.Peringatan hari down syndrome Intenational ini diprakarsai oleh Sekolah SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang sebagai lembaga pendidikan yang relevan dan memahami tentang berbagai jenis ketunaan yang ada dalam ranah penyandang disabilitas, seperti down syndrome ini – di mana Kepala Sekolahnya langsung menjadi penanggung jawab kegiatan.

Acara peringatan dimeriahkan dengan berbagai ragam perlombaan olahraga Bocce dan fashion show oleh para penyandang down syndrome peserta didik serta suguhan hiburan dari Band tunanetra SLB.

Peserta didik down syndrome meski didampingi oleh masing-masing orang tua wali dan guru-guru dari pihak penyelengara, namunypenuelenggaraan kegiatan tetap memenuhi protokol kesehatan. Mulai dari pintu gerbang masuk telah telah disiapkan thermometer gun dan cairan handsanitizer.

Hadir dalam kegiatan peringatan tersebut dari berbagai instansi, dinas atau lembaga yang mewakilinya antara lain dari pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Plt. Drs. Abdullah, dari unsur dewan oleh ketua DPRK Kabupaten Aceh Tamiang Bapak Suprianto, ST, dari dinas pendidikan Aceh diwakili oleh kepala cabdin Bapak Bakhtiar, S.Pd.M.Pd atau Bapak BT sebutan populernya, juga perwakilan dinas pendikan kabupaten Aceh Tamiang, perwakilan Disparpora Aceh Tamiang juga perwakilan Kepolisian Polres Aceh Tamiang, Dandim Aceh Tamiang, ketua SOIna Aceh Tamiang Ibu Tri Astuti, beberapa pengurus NPCI Aceh Tamiang, pihak penyelenggara Kepala SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang Bapak H. Muttaqin, S.Pd. M.Pd dan jajarannya serta peserta didik SLB bersama orang tua wali dan masyarakat setempat.

Baca Juga:  DPR Desak Pemerintah Buat Sistem Pasar

Rangkaian acara peringatan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quranul Karim oleh Anto, seorang penyandang tuna netra. Usai pembacaan ayat suci, acara dilanjutkan sambutan Kepala Sekolah SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang.

Dalam kesempatan itu, kepala sekolah memaparkan banyak hal terkait disabilitas, berbagai ketunaan yang dibina disekola SLB, serta banyak prestasi yang telah dicapai oleh peserta didik baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional dari berbagai macam bidang yang diperlombakan seperti bidang olahraga, seni dan lainya.

Di samping itu, Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa dibalik kesuksesan itu, terdapat kendala biaya transportasi bagi peserta didik disabilitas yang kediamannya berjauhan dari sekolah – terutama bagi keluarga yang tingkat perekonomiannya lemah, walau segala biaya yang menyangkut pendidikan tidak pungut biaya alias gratis.

Ketua SOIna Kabupaten Aceh Tamiang dalam sambutannya menyampaikan perasaannya dengan berbagi pengalaman membimbing anak penyandang down syndrome, seperti putri kandungnya sendiri.

Kepala dinas Cabdin dan Plt Sekda Kabupaten Tamiang pada kesempatan itu mengisahkan masalah down syndrome dan asal mula 21 Maret dipilih sebagai hari down Syndrome International. Dikatakannya bahwa filosofi dibalik pemilihan tanggal 21 Maret ini berasal dari keunikan 3 copy kromosom ke-21 atau yang biasa dikenal dengan nama trisomy 21 yang menjadi penyebab down syndrome. “Down Syndrome (syndrome down) sendiri adalah kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang disebabkan oleh abnormalitas perkembangan kromosom. Jika pada orang normal dalam dirinya hanya terdapat dua kromosom ke-21, penderita down syndrome memiliki tiga kromosom 21. Kelebihan kromosom inilah yang menjadi ciri khas syndrome down atau yang dikenal dengan istilah Trisomy 21,” katanya.

Acara kemudian diakhiri dengan pembacaan doa dan pembagian bingkisan.[]

Baca Juga:  BPN Tegaskan Sedahsyat Apapun Pertanyaan Debat Akan Dijawab Prabowo-Sandi

Pewarta/Kontributor: Thahar Bys

Loading...

Terpopuler