90 Persen Saham Bhayangkara SU Milik Polri

Bos MMIB Gede Widiade bersama Kapolri Tito Karnavian/Foto: Istimewa
Bos MMIB Gede Widiade bersama Kapolri Tito Karnavian/Foto: Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Saham Bhayangkara SU 90 persen resmi dilepaskan Gede Widiade kepada Polisi Republik Indonesia (Polri). Kini, 90 persen Polri menguasai saham dari Bhayangkara Surabaya United yang sebelumnya dimiliki PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB). Demikian dilaporkan Goal. “Mereka beli 90 persen dan sisanya milik saya di PT PSN(Permata Sejahtera Nusantara),” ujar Gede.

Gede Widiade adalah bos MMIB. Usai proses transaksi saham Bhayangkara SU rampung, Gede langsung menghadap Kapolri Tito Karnavian. Ia menuturkan, hasil pertemuan transaksi saham tersebut juga dilaporkan kepada Tito. “Saya diminta tetap di Surabaya,” ucapnya.

Belum ada info lebih lanjut apakah klub sepakbola Bhayangkara SU tetap bermarkas di Surabaya atau pindah.

Sekadar informasi, seperti dikutip Wikipedia, cikal bakal klub ini berawal dari dualisme Persebaya Surabaya dan Persebaya 1927. Pada saat itu, tim yang dulu bernama Persebaya Surabaya yang di bawah PT. Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) tidak boleh mengikuti turnamen arahan Mahaka Sports & Entertainment yang bertajuk Piala Presiden 2015. Karena ingin mengikutinya, mereka menambahkan kata United di tim ini. Sejak lolos ke babak 8 besar, BOPI mengisyaratkan untuk menanggalkan nama Persebaya, karena hak paten logo dan nama ada di tangan Persebaya 1927 bawahan PT. Persebaya Indonesia. Oleh karena itu, mereka mengubah nama menjadi Bonek FC.

Di turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015, mereka mengubah nama klubnya menjadi Surabaya United dikarenakan Bonek 1927 mengecam nama Bonek sebagai klub sepak bola yang aslinya merupakan nama suporter. Pada tanggal 12 April 2016, Surabaya United melakukan merger dengan tim yang mengikuti Piala Bhayangkara 2016, PS Polri dan mengubah namanya menjadi Bhayangkara Surabaya United. Klub ini mengikuti kompetisi Indonesia Soccer Championship A 2016. (eriec dieda/red01)

Baca Juga:  Tolak Tuduhan Pompeo, Rusia: Iran Adalah Korban dan Pelopor Perang Melawan Terorisme