Connect with us

Berita Utama

Diancam AS, Korut Siap Berdialog Maupun Berkonfrontasi

Published

on

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. (Foto: Reuters/KCNA)

NUSANTARANEWS.CO – Dua puluh negara sepakat pada hari Selasa akan memberikan sanksi baru yang lebih keras kepada Korea Utara agar menghentikan program rudal dan nuklirnya. Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson memperingatkan Pyongyang bahwa hal itu dapat memicu respons militer jika tetap tidak bersedia negosiasi.

Menyikapi ancaman tersebut, Wakil Duta Besar Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Choe Myong Nam menegaskan bahwa Korut siap berdialog maupun berkonfontasi.

Bila AS menyerang Korut dengan rudal, Korut memiliki seluruh kapasitas untuk mencegah manuver-manuver kekuatan musuh semacam itu,” tegas Choe.

Wakil Duta Besar Korea Utara PBB tersebut mengecam keras keputusan hasil pertemuan Vancouver yang dipsonsori oleh Amerika Serikat (AS) beserta 19 negara lainnya untuk menambah sanksi baru bagi negaranya.

Choe juga menyebut bahwa keputusan untuk memperketat sanksi bagi negaranya adalah “Berbahaya”. Choe menganggap kesepakatan yang diputuskan dalam pertemuan khusus terkait negaranya di Vancouver, Kanada, itu sebagai sebuah provokasi berbahaya yang dapat mengancam keamanan serta stabilitas kawasan.

“Kami mengecam pertemuan tersebut. Itu sangat berbahaya, tidak akan kondusif bagi perdamaian, keamanan, dan proses yang tengah berlangsung antara Korut dan Korsel yang bertujuan menciptakan lingkungan damai, mengurangi ketegangan, dan mempromosikan rekonsiliasi kedua Korea,” kata Choe sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (18/1).

“Kami benar-benar berkomitmen dan bertekad melakukan apa yang kami bisa untuk melawan sanksi,” lanjutnya.

Meski begitu Choe menekankan negaranya saat ini tidak akan mengambil sikap provokatif yang dapat merusak peluang perbaikan hubungan kedua Korea, terutama terkait perhelatan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang yang akan berlangsung bulan depan.

Dia menegaskan bahwa Korut bertekad menjadikan Olimpiade Pyeongchang di Korsel berlangsung sukses.

Baca Juga:  Korsel dan Korut Selesai Berunding, AS Kerahkan Pembom B-2 ke Guam

“Kami menganggap olimpiade ini sebagai event bangsa Korea, tidak hanya bagi Korsel, tapi sesuatu yang harus ditunjukkan bersama-sama dan cemerlang kepada dunia,” kata Choe lebih lanjut.

Belakangan, perbaikan relasi kedua Korea terus bergulir terutama sejak Korut dan Korsel sepakat berdialog untuk pertama kalinya setelah dua tahun terakhir pada pekan lalu. (Aya)

Loading...

Terpopuler