EkonomiTerbaru

60 Persen Pengusaha Mikro Susah Dalam Mengangsur Pinjaman

NUSANTARANEWS.CO – Perkumpulan Akses Keuangan Indonesia (Pakindo) menyebutkan hampir 60% pengusaha mikro di Indonesia mengalami kesulitan dalam mengangsur pinjaman. Sedangkan, sebanyak 54% nasabah memiliki tiga jenis pinjaman di lembaga keuangan mikro.

Ketua Umum Pakindo, Slamet Riyadi mengatakan, hal tersebut dipicu karena banyak lembaga yang menawarkan pinjaman dengan proses yang mudah, sehingga mengakibatkan nasabah mengambil pinjaman berganda.

“Pertumbuhan pesat ini dapat mengarah ke suplai pinjaman yang tinggi dan mendorong nasabah untuk memiliki pinjaman berlebih dan berganda,” ujar Slamet di Graha CIMB Niaga Jakarta, Rabu (5/10).

Di beberapa negara, seperti India, Meksiko, Nikaragua, dan Kamboja, fenomena penetrasi pinjaman lembaga keuangan yang terlampau tinggi dapat mengakibatkan nasabah macet secara massal.

“Penetrasi yang terlampau pesat dari kredit mikro dapat mendorong ketidak mampuan bayar dan krisis keuangan bagi lembaga keuangan. Di daerah yang kami teliti, pertumbuhan portofolio pinjaman bruto dari lembaga keuangan mencapai 140% per tahun dan pertumbuhan nasabah hingga 97%,” ucapnya.

Baca Juga:  RSUD Dr. H. Moh Anwar Sumenep Buka Depo Farmasi Rawat Jalan 2: Meningkatkan Pelayanan dan Kemudahan Bagi Pasien

Pakindo sebagai asosiasi yang mewakili lembaga keuangan mikro yang bersifat inklusif, yang baru berdiri 18 Agustus 2016, berkomitmen untuk meningkatkan akses keuangan bertanggung jawab melalui mekanisme berbagi informasi pinjaman.

“Pakindo berupaya untuk mengajak pelaku keuangan mikro agar lebih memperhatikan dan mendalami dinamika yang terjadi di sektor keuangan mikro dan mengundang lembaga keuangan lintas badan hukum untuk bergabung dalam asosiasi guna membangun industri yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” jelasnya.

“Saat ini Pakindo melalui kerja sama dengan IFC (International Finance Corporation), anggota dari Bank Dunia dan didukung oleh SECO (State Secretariat for Economics Affairs), tengah merumuskan pedoman keuangan bertanggung jawab yang dapat menjadi acuan bagi industri keuangan mikro di lndonesia,” imbuhnya. (Andika)

Related Posts

1 of 11