Connect with us

Inspirasi

6 Perubahan Diprediksi Bakal Terjadi di Masa Depan

Published

on

Perubahan di masa depan. Foto Ilustrasi/Ist
Perubahan di masa depan. Foto Ilustrasi/Ist

NUSANTARANEWS.CO – Dunia terus berputar. Beberapa dari kita memilih tetap fokus pada masa lalu. Mereka malas untuk sekadar melihat perubahan zaman serta apa yang akan terjadi di masa depan.

Ada pula sebagian lain yang justru sebaliknya. Mereka menikmati perjalanan, kecepatan dan pengalaman. Mereka mencari peluang baru atau cara baru untuk bekerja. Semua itu didorong oleh rasa ingin tahu apa yang akan terjadi di tahun-tahun mendatang, sehingga mereka selalu mempersiapkannya sejak dini.

Kata Michael Anissimov, salah satu kelemahan terbesar dalam konsepsi umum tentang masa depan adalah bahwa masa depan merupakan sesuatu yang terjadi pada diri kita, bukan sesuatu yang kita buat. Mengutip Forbes, sedikitnya ada enam perkara yang akan dirasakan manusia seiring dengan lajunya arus perubahan.

  1. Kecerdasan Buatan. Sudah banyak contoh di mana para pengembang di seluruh dunia ramai-ramai berlomba menciptakan robot berwujud manusia. Tak hanya wujudnya, robot-robot itu bahkan diisi dengan kecerdasan yang tak kalah dari manusia. Daya komputasi dan kuantitas mesin ini diprediksi akan meledak di tahun-tahun mendatang.
  2. Blockchain. The Blockchain adalah cara untuk menyimpan informasi desentralisasi dan terdistribusi, di mana tidak ada satu orang memegang kepemilikan informasi.
  3. Virtual dan Augmented Reality. Tahun lalu adalah tahun terobosan dari Virtual dan Augmented reality. Konsumen produk siap seperti HTC Vive, Oculus Rift dan PlayStation VR yang dapat diakses massa dan aplikasi campuran realitas dianggap lebih menarik dari hari ke hari. Seiring waktu teknologi menjadi lebih murah dan bekerja lebih baik. VR dan AR tidak berbeda dan akan memukau banyak orang dengan cepat.
  4. Organisasi atau perusahaan akan terus mengotomatisasi. Setelah Self Service akan mendapatkan layanan yang lebih cerdas, komputer mengambil alih tugas-tugas administratif yang lebih sederhana. Aplikasi pintar dan chatbots sudah ada akan menjadi lebih cerdas. Seperti Pegg, sebuah aplikasi yang melakukan administrasi keuangan. Atau X. AI asisten pribadi baru. Jadi, para pekerja harus benar-benar mempersiapkan mentalnya sebagai bekal untuk mempertahankan kinerja. Sebab, ke depan organisasi atau perusahaan akan membuat sistem yang lebig cerdas dan efisien guna menghemat pengelauran. Dan yang tersisa adalah aspek kreatif menjalankan bisnis; menghubungkan orang-orang dan mengemudi inovasi.
  5. Kolaborasi sosial. Produk dan layanan terbaik tidak lagi menjadi tugas dari satu atau beberapa orang. Anda tidak dapat menjalankan bisnis dengan cara yang linear lagi. Kepemilikan tanggung jawab tidak relevan lagi. Tanggung jawab bersama dan akses satu sama lain adalah apa yang paling penting. Anda harus menghubungkan tenaga kerja untuk menggabungkan kemampuan otak kolektif dan keterlaluan inovasi. Pada tahun 2017 kita akan melihat organisasi dalam kolaborasi sosial.
  6. Budaya kerja akan berubah. Struktur organisasi hanya bisa berubah jika orang berubah. Perubahan budaya adalah gambaran yang lebih besar yang akan terjadi di organisasi untuk tetap relevan di tahun-tahun mendatang. Pikirkan tentang hal ini dari perspektif semua generasi baru yang mengalir ke tenaga kerja global. Milenium dan iGeneration menambah keragaman di tempat kerja, yang membutuhkan pemikiran ulang tentang tujuan perusahaan. Simon Sinek memiliki perspektif yang menarik tentang hal ini. Sinek menyoroti tiga karakteristik dari milenium: 1. Mereka mengasuh seperti mereka sangat istimewa, yang mengarah untuk menurunkan harga diri. 2. Mereka kecanduan teknologi dan 3. Mereka tidak sabar, karena mereka digunakan untuk kepuasan instan. (Sego/Er)
Baca Juga:  Ini Calon Pelatih Baru Timnas Pengganti Alfred Riedl

Loading...

Terpopuler