Connect with us

Politik

6 Partai Bersatu Galang Koalisi Lawan Ahok

Published

on

Ketua Tim Penjaringan Cagub DKI dari Partai Gerindra, Syarif/Foto via Kompas

Ketua Tim Penjaringan Cagub DKI dari Partai Gerindra, Syarif/Foto via Kompas

NUSANTARANEWS.CO – Tantangan semakin berat dihadapi calon gubernur petahana DKI Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dalam memenangi pertarungan politik Pilkada DKI 2017 mendatang. Pasalnya, 6 Partai besar secara mengejutkan menggagas koalisi besar untuk mencalonkan pemimpin yang memiliki karakter berbeda dengan Ahok.

Keenam partai tersebut di antaranya, PDIP, Gerindra, PPP, PAN, Demokrat dan PKS. Partai-partai tersebut secara terbuka dihadapan publik dengan menyatakan diri tengah menjajaki koalisi besar.

“Kami akan mematangkan kesepakatan membangun Jakarta yang lebih baik dengan menghadirkan pemimpin arif dan bijaksana. Dari hal itu tentu saja bisa dibaca oleh masyarakat bahwa kita tidak mendukung calon petahana. Kami akan menyiapkan penggantinya,” ujar ketua penjaringan Cagub partai Gerindra, Syarif kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/8).

Syarief menegaskan bahwa keenam partai yang tergabung sejatinya telah lama melakukan pendekatan. Dalam prosesnya, kata dia, masing masing partai secara intens bertemu dalam mengikat kesepakatan.

Syarief juga menambahkan bahwa pengurus DPD DKI dari keenam partai telah merumuskan berbagai kesimpulan sebagai pendulum koalisi. Diantaranya, menyangkut rumusan strategi pemenangan melawan cagub petahana.

“Jadi sudah banyak sebenarnya yang kita bahas mengenai isu di Jakarta dan apa yang harus dilakukan ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, wakil ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono memastikan keenam partai telah menemukan kesamaan persepsi dan visi. Dalam waktu dekat, lanjut dia, keenam partai akan menentukan pilihan terhadap sosok cagub dan wagub yang akan diusungnya bersama.

“Dari enam parpol khan baru Gerindra yang mengeluarkan nama. Nah pertemuan ini akan membahas apakah Djarot-Sandiaga atau Risma-Sandiaga atau yang lain,” jelasnya. (hatiem/red-01)

Baca Juga:  Menjaga Keberlanjutan PGN Sebagai BUMN Strategis Melalui Harga Gas Industri Yang Rasional

Terpopuler