Connect with us

Mancanegara

50 Tahun Kegagalan Dunia Akhiri Pendudukan Israel di Palestina

Published

on

Warga Palestina bereaksi setelah gas air mata yang ditembak oleh pasukan Israel setelah shalat Jumat di sebuah jalan di luar kota tua Yerusalem pada 21 Juli 2017. (Foto: Reuters/Ammar Awad)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Tahun 2017 merupakan tonggak kegagalan masyarakat internasional dalam mengakhiri 50 tahun pendudukan Israel di Palestina yang telah berlangsung sejak 1967. Demikian kata Menlu Retno Marsudi saat hadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York, (19/9/2017). Menurutnya, Palestina ada di jantung politik luar negeri Indonesia dan disetiap napas diplomasi Indonesia.

Dalam pertemuan, Menlu RI menyerukan agar Gerakan Non Blok (GNB) dapat mendorong masyarakat internasional untuk mengakhiri pendudukan Israel dan ketidakadilan yang dialami oleh rakyat Palestina. Menlu RI juga menegaskan pentingnya untuk anggota GNB mengambil langklah konstruktif agar dapat segera dicapai solusi yang adil, abadi, komprehensif dan damai untuk masalah Palestina.

“Saya optimis bahwa two-state solution dimana kedua negara, Palestina dan Israel, hidup berdampingan secara aman dan damai, tetap dapat dicapai,” sambungnya.​

Lebih lanjut, dirinya mengusulkan empat langkah yang dapat di tempuh anggota GNB untuk mendukung proses kemerdekaan Palestina. Diantaranya ia mengajak GNB memperkuat upaya bersama untuk meningkatan status Palestina di tingkat internasional. Termasuk menjadikan Palestina sebagai anggota penuh PBB.

“Bagi negara anggota GNB yang belum mengakui kemerdekaan GNB, Indonesia mengharapkan dapat segera mengakuinya,” kata Retno.

Dirinya juga menyerukan bagi negara anggota GNB yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, agar dapat menggunakan kedekatannya untuk mendorong Israel mengakhiri pendudukan ilegalnya terhadap Palestina.

Pewarta/Editor: Romandhon

Terpopuler