Connect with us

Mancanegara

400 Pengujuk Rasa Telah Ditangkap Dalam Kerusuhan di Ekuador

Published

on

400 Pengujuk Rasa Telah Ditangkap Dalam Kerusuhan di Ekuador400 Pengujuk Rasa Telah Ditangkap Dalam Kerusuhan di Ekuador

400 Pengujuk Rasa Telah Ditangkap Dalam Kerusuhan di Ekuador/foto: telesurenglish.net

NUSANTARANEWS.CO – 400 pengujuk rasa telah ditangkap. Para pengunjuk yang rasa terus memblokade jalan-jalan, dan memboikot transportasi pada gilirannya menimbulkan bentrokan dengan polisi. Pada hari Jumat (4/10) dilaporkan hampir 400 pengunjuk rasa telah ditangkap dan dipenjara. Meski begitu, dari ibukota ke kota pesisir Guayaquil, layanan transportasi bus dan taksi masih belum berfungsi. Sementara para pengunjuk rasa bertopeng membuat blokade dengan membakar ban dan melemparkan batu untuk melawan polisi yang mengerahkan mobil lapis baja dan gas air mata.

Para demonstran juga memblokir jalan dengan ban, batu, dan batang pohon. Sementara pihak pemerintah melaporkan bahwa pasukan keamanan telah berhasil membubarkan aksi protes di beberapa provinsi dan mengembalikan keamanan. Kerusuhan ini merupakan yang terburuk selama bertahun-tahun di negara dengan penduduk 17 juta orang ini.

Serikat pekerja telah memimpin protes, bergabung dengan kelompok-kelompok adat, mahasiswa dan serikat pekerja lainnya. Para pemimpin protes di sebuah konferensi pers di Quito pada hari Jumat mengatakan bahwa demonstrasi akan terus berlanjut dan menyerukan pemogokan nasional pada 19 Oktober.

Sebagai catatan, gerarakan people power rakyat Ekuador pernah menggulingkan tiga presiden selama kekacauan ekonomi pada dekade sebelum Presiden Correa yang mengambil alih kekuasaan pada tahun 2007.

Menurut jejak pendapat popularitas Presiden Moreno pun merosot tajam hingga di bawah 30% – padahal ketika saat pemilu berada di atas 70%. Meski begitu, posisi politiknya masih kuat karena mendapat dukungan kuat dari elit bisnis dan loyalis militer – terutama karena memang tidak ada kelompok oposisi yang kuat seperti mantan Presiden Correa.

Baca Juga:  Rusia Siap Bantu Percepatan Program Sukhoi Super 30 India

Pengunjuk rasa marah dengan keputusan Presiden Moreno untuk mengakhiri subsidi bahan bakar yang telah berlangsung selama hampir setengah abad di negara Amerika Latin itu. Para demonstran turun ke jalan-jalan di kota-kota besar Ekuador, menghalangi jalan-jalan utama di Quit Po dan Guayaquil untuk memprotes penghapusan subsidi bahan bakar, dan langkah-langkah penghematan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat. Betapa tidak bila harga BBM diperkirakan akan melonjak lebih dari dua kali lipat.

Presiden Moreno telah menandatangani dekrit untuk mengakhiri Subsidi bahan bakar yang mencapai US$ 1,3 miliar per tahun pada hari Selasa sebagai persyaratan mendapat pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF), yang menawarkan paket pinjaman sebesar US$ 4,2 miliar. Paket pinjaman itu termasuk pelaksanaan serangkaian reformasi ekonomi seperti penghapusan subsidi BBM, perubahan kode pajak, dan privatisasi.

Bukan itu saja, Presiden Moreno juga mengumumkan bahwa negaranya akan meninggalkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk meningkatkan pendapatan negaranya. Bahkan telah menumbalkan pendiri WikiLeaks, Julian Assange sebagai jalan untuk menormalisasi hubungan dengan Washington sekaligus memberi akses kepada militer AS untuk menggunakan pangkalan udara pulau Galapagos yang membuat marah negara-negara Amerika Latin karena dianggap tidak konstitusional.

Para pengunjuk rasa terus memprotes kebijakan Presiden Moreno yang telah tunduk kepada persyaratan yang diajukan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai imbalan pinjaman miliaran dolar.

Meski harus menghadapi tindakan represif polisi yang brutal, para pengunjuk rasa diseluruh negeri tetap melanjutkan demonstrasi. Ibarat bola salju, gerakan people power semakin membesar menuju ibukota. Para demonstran bersumpah akan terus melanjutkan pemogokan sebagai penolakan terhadap reformasi ekonomi ala IMF yang memang menyingkirkan orang miskin dan rakyat kecil untuk menghisap kekayaan negara yang dihinggapinya. (Agus Setiawan)

Baca Juga:  Industri Pertahanan Strategis RI Meningkat Drastis

Loading...

Terpopuler